Webinar Agronursing series 4: Keluarga Sehat, Mandiri, serta tangguh, pada masa Physical Distancing dan New Normal Era

Kamis 25 Juni 2020,
Fakultas Keperawatan Universitas Jember mempersembahkan kegiatan untuk berpartisipasi dalam mendukung program kesehatan dari pemerintah dalam bentuk “Webinar Agronursing Series 4 Fakultas Keperawatan Universitas Jember” dengan tema “Keluarga Sehat, Mandiri, serta Tangguh pada Masa Physical Distancing dan New Normal era”. Keluarga menjadi bagian yang sangat penting dari masyarakat di suatu wilayah. Keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Kondisi saat ini dimana seluruh negara berjuang untuk dapat mengendalikan penyebaran penyakit menular yang saat ini menjadi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu civitas akademika Fakultas Keperawatan Universitas Jember mempersembahkan kegiatan ini dengan para narasumber yang kompeten dibidangnya.
Kegiatan “Webinar Agronursing Series 4 Fakultas Keperawatan Universitas Jember” dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2020 Jam 10.00-selesai melalui Live Zoom dan Live streaming Youtube. Kegiatan ini di buka oleh MC, Ns. Yeni Fitria, M.Kep dilanjutkan oleh Hanny Rasni, M.Kep sebagai moderator. Narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu narasumber pertama, Ns. Tantut Susanto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., PhD; narasumber kedua, Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep., Sp.Kep.J, dan narasumber ketiga Dr. Siti Nur Kholifah, SKM, M.Kep.Sp.Kom. Kegiatan ini juga didokumentasikan oleh Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kom sebagai notulis, Ns. Fahruddin Kurdi, M.Kep. sebagai pembaca doa semoga Allah SWT memberi keberkahan pada kegiatan ini. Kegiatan ini juga didukung tim kreatif yaitu Ns. Kholid Rosyidi Muhammad Nur, MNS; Ns. Fitrio Deviantony, M.Kep; dan Ns. Enggal Hadi, M.Kep. dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.


Materi pertama tentang “Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Kualitas Hidup Keluarga Selama Masa Physical Distancing dan New Normal Era” yang disampaikan oleh Ns. Tantut Susanto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., PhD.

Keluarga sebagai sistem dimasyarakat memiliki tanggungjawab kepada seluruh anggota keluarga dalam menghadapi pandemi Covid-19. Keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam pengendalian penyakit menular dengan mengetahui hal apa saja yang harus atau dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Keluarga belajar untuk menyadari bahwa saat ini ada sesuatu yang berbeda dalam kehidupan di dalam keluarga maupun di masyarakat. Dimana setiap anggota keluarga harus memahami bahwa setiap orang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam pengendalian penularan Covid-19 dengan menguatkan kembali fungsi-fungsi utama keluarga yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan keluarga.
Hadirnya Covid-19 memberi kesempatan kepada keluarga untuk belajar kesehatan. Keluarga yang mulai belajar kesehatan mengenal tentang Covid-19 berarti keluarga tersebut juga tetap bisa memenuhi kebutuan dasar setiap anggota keluarganya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa physical distancing. Keluarga harus mampu untuk bisa memahami bahwa saat menjaga jarak antar anggota keluarga, menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk hygiene, tidak menghadiri acara/kerumunan orang, keluarga menyiapkan menu sehat seimbang utnuk dikonsumsi sekeluarga, keluarga beribadah bersama di rumah, dll semua itu sudah ikut berperan dalam pengendalian penyakit Covid-19. Selain itu keluarga juga harus belajar untuk bisa mengenali bila ada suatu kondisi yang agak berbeda terjadi pada salah satu anggota keluarganya misalnya ada yang mengalami demam, flu, dll dapat segera mengambil tindakan/pertolongan ke fasilitas kesehatan. Kemampuan keluarga untuk bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawab untuk bisa secara mandiri melindungi seluruh anggota keluarga dari Covid-19 berarti keluarga tersebut menjadi keluarga yang kuat dan tangguh.


Materi kedua tentang “Manajemen Stres Guna Meningkatkan Pemenuhan Tugas Perkembangan Keluarga Pada Masa Physical Distancing & New Normal Era” yang disampaikan oleh Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep., Sp.Kep.J

Pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi diseluruh penjuru dunia membuat kita sebagai individu, keluarga, masyarakat, dan negara dituntut untuk mampu beradaptasi. Penyakit Covid-19 ini tidak hanya memberikan dampak pada kondisi fisik namun juga kondisi psikologis. Kondisi psikologis yang sehat hanya akan erjadi bila individu, keluarga, dan masyarakat faham tentang masalah yang saat ini terjadi. Ketidaktahuan individu, keluarga, dan masyarakat yang kurang mendapat informasi yang tepat tentang Covid-19 bisa menjadikan pandemi Covid-19 berkepanjangan.
Kehidupan bersama keluarga identik dengan kebersamaan, keeratan hubungan, dan bebas dari rasa ketakutan terhadap suatu penyakit menular termasuk Covid-19. Covid-19 membuat salah satu protokol kesehatan harus dilakukan oleh seluruh individu adalah Physical Distancing dimana kondisi ini membuat kehidupan bersama dalam keluarga juga mengalami perubahan. Sesama anggota keluarga harus bisa menjaga jarak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Setiap orang akan dihantui fikiran negatif dan rasa ketakutan untuk tertular Covid-19 dan akhirnya meninggal. Hal ini memicu sulit konsentrasi, gangguan tidur, gangguan makan, kecemasan berlebihan, dan psikosomatis. Kondisi ini sangat rawan karena dapat menurunkan sistem imunitas tubuh, padahal sistem imunitas yang optimal sangat penting untuk menghadang Covid-19. Fikiran yang negatif dan rasa ketakutan menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu sehingga dapat terjadi stres. Oleh sebab itu dibutuhkan kemampuan untuk manajemen stres dengan menumbuhkan respon yang positif untuk bisa mengendalikan diri melatih respon positif dengan relaksasi fisik, emosi positif, fikiran positif, perilaku positif, relasi positif, dan spiritual positif. Keluarga harus belajar untuk melakukan upaya pencegahan stres tersebut dengan tetap bisa melakukan kegiatan bersama dan menjalankan physical distancing. Kondisi ini bisa dicapai bila seluruh anggota keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan dan saling mendukung dalam kondisi apapun termasuk dalam memberi respon positif dengan pandemi Codid-19 ini.


Materi ketiga tentang “Peran Keluarga Dan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid 19 Di Masa Physical Distancing Dan Era New Normal” yang disampaikan oleh Dr. Siti Nur Kholifah, SKM, M.Kep.Sp.Kom.
Peran masyarakat dalam ikut berkontribusi dalam pengendalian pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan. Kegiatan ini melalui pemberdayaan masyarakat dimana seluruh individu, keluarga, kelompok dan komunitas bersama-sama ikut mengambil tugas sesuai kewenangan masing-masing. Hal ini dapat tercapai melalui pemerintahan berjenjang melalui tingkat RT, RW, Kepala Lingkungan, Kepala Desa, Kepala Kecamatan, dst. Pembinaan kesehatanmelalui pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 benar-benar akan efektif karena semua elemen di masyarakat ikut terlibat sehingga tenaga kesehatan dalam hal ini dapat ikut monitoring kegiatan yang di kawal oleh masyarakat itu sendiri. Setiap anggota masyarakat ikut memantau kondisi yang tidak biasanya terjadi di sekiatar tempat tinggalnya dan berkewajiban melaporkan bila ada hal yang mencurigakan sehingga bisa segera ditindak lanjuti oleh pemerintahan berjenjang dan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu pemberdayaan masyarakat perlu untuk selalu dilaksanakan.
Kegiatan ini mendukung perayaan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang diperingati pada tanggal 29 Juni 2020, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kurdi.