
PASURUAN – Kelurahan Tapaan, Kota Pasuruan, menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Edelweis untuk menyemarakkan peringatan hari Posyandu Nasional pada Senin, 5 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta ini merupakan wujud komitmen pemerintah kelurahan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan preventif bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia dan keluarga rentan.
Untuk memperkaya muatan edukasi, Kelurahan Tapaan menggandeng Kelompok Riset REFUN (Research and Education of Fundamental of Nursing) Laboratorium DKKD, Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Tim akademik hadir memberikan materi praktis mengenai deteksi dini hipertensi serta upaya pencegahannya melalui Senam Hipertensi yang dipadukan dengan prinsip Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Keluarga. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima layanan pemeriksaan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan sederhana untuk menjaga kesehatan secara mandiri di rumah.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh daerah, antara lain Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Ibu Suryani Firdaus; Wakil Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Ibu Fitri Nawawi; Ibu Camat Bugul Kidul; serta Lurah Tapaan. Tim Kelompok Riset REFUN yang bertugas terdiri atas Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes.; Ns. Eko Prasetya Widianto, S.Kep., M.Kep.; Ns. Suhendra Agung Wibowo, S.Kep., M.Kep.; Ns. Mareta Deka Paraswati, S.Kep., M.Kep.; dan Ns. Syaifuddin Kurnianto, S.Kep., M.Kep. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi secara aktif oleh kader kesehatan Kelurahan Tapaan.

Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes., selaku perwakilan Kelompok Riset REFUN, menyampaikan bahwa pemahaman kesehatan yang baik menjadi kunci strategis dalam mencegah penyakit degeneratif di tingkat masyarakat.
“Sebagai mitra edukatif, kami memfokuskan peran pada penguatan literasi kesehatan masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Materi deteksi dini hipertensi yang kami sampaikan tidak hanya menekankan pada cara mengukur tekanan darah yang benar, tetapi juga pada pemahaman faktor risiko, perubahan gaya hidup sehat, dan praktik Senam Hipertensi yang aman. Dengan mengintegrasikan edukasi ini ke dalam kerangka PHBS Keluarga, kami berharap setiap rumah tangga dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyakit, sehingga masalah kesehatan dapat diantisipasi sejak dini melalui pemberdayaan keluarga,” ujar Ns. Erik Kusuma.
Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Ibu Suryani Firdaus, yang hadir mendampingi jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Universitas Jember dalam menyukseskan program CKG di Kelurahan Tapaan. Beliau juga menyoroti manfaat inovasi teknologi kesehatan yang relevan dengan pencegahan penyakit degeneratif.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi dengan Universitas Jember melalui Tim REFUN yang turut hadir mendukung kegiatan Cek Kesehatan Gratis hari ini. Kehadiran tim akademik sangat membantu dalam memperkaya muatan edukasi bagi warga. Selain itu, kami juga menyambut positif aplikasi Facedrop Detection yang dinilai sangat mudah digunakan dan bermanfaat untuk deteksi dini gejala stroke. Kami berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan diperluas, guna menunjang tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Pasuruan secara berkelanjutan,” ungkap Ibu Suryani Firdaus.
Antusiasme peserta terhadap materi edukasi yang disampaikan tim REFUN juga mendapat respons positif dari kader kesehatan. Ibu Ni’mah, salah satu kader Posyandu Edelweis, menyampaikan testimoni mengenai dampak langsung kolaborasi ini.
“Materi yang disampaikan Tim REFUN sangat aplikatif dan mudah dipahami oleh warga lansia. Penjelasannya sederhana namun tetap berbasis ilmu kesehatan yang benar, sehingga kami sebagai kader lebih mudah menyampaikan ulang ke warga. Teknik Senam Hipertensi yang diajarkan juga disesuaikan dengan kondisi fisik lansia, sehingga aman dan nyaman untuk dipraktikkan rutin. Setelah kegiatan ini, kami berkomitmen untuk mengintegrasikan checklist PHBS Keluarga dan skrining tensi rutin dalam agenda Posyandu bulanan,” ujar Ibu Ni’mah.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian leaflet edukasi PHBS Keluarga, serta komitmen tindak lanjut berupa pemantauan berkala terhadap peserta yang teridentifikasi memiliki faktor risiko hipertensi. Kolaborasi antara Kelurahan Tapaan dan Kelompok Riset REFUN ini menjadi contoh konkret sinergi pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang holistik, preventif, dan berkelanjutan.
