Pasuruan, 6 Oktober 2025 – Kepedulian terhadap meningkatnya kasus penyakit diabetes mellitus dan komplikasinya mendorong Kelompok Riset GARUDA menghadirkan inovasi pengabdian kepada masyarakat melalui program “PARAS CANTIK (Pepaya untuk Perawatan Kulit dengan Cara Alami: Tingkatkan Penyembuhan dan Regenerasi Kulit dengan Luka Diabetik)”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan 43 kader kesehatan desa sebagai peserta.

Program PARAS CANTIK merupakan upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mengenalkan pendekatan perawatan luka diabetik dan gangrene melalui pemanfaatan bahan alami, yaitu getah pepaya, sebagai salah satu inovasi pendukung regenerasi kulit. Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini luka diabetes, perawatan luka yang tepat, pencegahan infeksi, serta peran kader dalam mendampingi masyarakat dengan risiko komplikasi diabetes. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai diabetes mellitus dan komplikasinya, khususnya luka diabetik yang membutuhkan perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi infeksi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Para kader mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar perawatan luka, pemantauan kondisi luka, serta pengenalan potensi bahan alami yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari inovasi perawatan kesehatan masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para kader aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kondisi masyarakat di wilayah Desa Mojoparon, terutama dalam menghadapi pasien diabetes yang mengalami luka sulit sembuh. Melalui pendekatan pemberdayaan ini, kader tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dipersiapkan sebagai penggerak kesehatan di tingkat desa.

Kepala Desa Mojoparon, Moh. Soleh, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Riset GARUDA. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pengetahuan baru bagi kader kesehatan desa. Kader merupakan ujung tombak dalam membantu masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi dan pendampingan agar warga lebih peduli terhadap pencegahan komplikasi diabetes. Inovasi seperti PARAS CANTIK menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan,” ungkap Moh. Soleh. Sementara itu, Ketua Kader Kesehatan Desa Mojoparon, Hj. Lailatul Masruroh, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kader dalam meningkatkan kemampuan mendampingi masyarakat. “Selama ini kader sering menemukan masyarakat dengan diabetes yang mengalami masalah luka, tetapi masih banyak yang belum memahami cara perawatan yang tepat. Melalui kegiatan PARAS CANTIK, kami mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru sehingga lebih percaya diri dalam memberikan edukasi kepada warga,” ujar Hj. Lailatul Masruroh.

Pelaksanaan program PARAS CANTIK oleh Kelompok Riset GARUDA menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui inovasi kesehatan berbasis potensi lokal. Dengan keterlibatan aktif kader kesehatan desa, diharapkan informasi dan keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan komplikasi diabetes dapat dilakukan lebih dini. Melalui kegiatan ini, Kelompok Riset GARUDA berharap PARAS CANTIK tidak hanya menjadi sebuah kegiatan edukasi, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan kulit, mencegah komplikasi luka diabetes, dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Mojoparon.