PASURUAN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember melalui Kelompok Riset Research and Education of Fundamental of Nursing (REFUN) Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan menjalin kerja sama dengan dua kelurahan mitra, yaitu Kelurahan Tapaan dan Kelurahan Bugul Lor, Kota Pasuruan, dalam rangka penetapan dan pengembangan Desa Binaan LPPM Universitas Jember. Kerja sama ini ditandai dengan pertemuan dan penandatanganan komitmen yang dilaksanakan pada 24 Februari 2026.
Kelompok Riset REFUN diwakili oleh Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes. Sementara itu, pihak Kelurahan Tapaan diwakili oleh Lurah Tapaan, Riela Machfida Taurusia, S.H., dan Kelurahan Bugul Lor diwakili oleh Lurah Bugul Lor, Sony Septiawan, M.M. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan program pengabdian masyarakat berbasis keperawatan dasar, peningkatan kapasitas kader kesehatan, serta pendampingan intervensi kesehatan preventif dan promotif bagi warga di kedua wilayah binaan.
Dalam sambutannya, Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes. menyampaikan bahwa kehadiran REFUN di kedua kelurahan merupakan wujud nyata komitmen prodi dalam menghadirkan ilmu keperawatan yang aplikatif dan berpihak pada masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dapat menjalin sinergi dengan Kelurahan Tapaan dan Bugul Lor. Melalui Kelompok Riset REFUN, kami berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Fokus kami adalah memperkuat literasi kesehatan, memberdayakan kader, dan mendampingi warga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan,” ujar Ns. Erik Kusuma.
Lurah Tapaan, Riela Machfida Taurusia, S.H., menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program pengabdian di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Universitas Jember, khususnya Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, di Kelurahan Tapaan. Program pengabdian yang direncanakan sangat relevan dengan prioritas kami dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kami siap memfasilitasi seluruh kegiatan, membuka akses ke warga, dan berkolaborasi aktif agar setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata,” jelas Riela Machfida Taurusia.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Bugul Lor, Sony Septiawan, M.M., juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja sama ini dan optimis bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat mempercepat pencapaian target kesehatan di wilayahnya.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran tim REFUN Universitas Jember di Kelurahan Bugul Lor. Program pengabdian berbasis keperawatan dasar ini sangat kami butuhkan, terutama dalam upaya promotif dan preventif bagi warga. Dengan dukungan akademik dan pendampingan yang terstruktur, kami yakin masyarakat Bugul Lor dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan,” ungkap Sony Septiawan.
Melalui kerja sama ini, ketiga pihak menyepakati sejumlah agenda tindak lanjut yang akan dilaksanakan secara paralel di kedua kelurahan, antara lain pemetaan kebutuhan kesehatan warga, penyusunan rencana kegiatan tahunan, pelatihan kader kesehatan, serta pelaksanaan skrining kesehatan dasar secara berkala. Seluruh program akan dijalankan dengan prinsip partisipatif, berbasis bukti ilmiah, dan terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan daerah.
Ke depannya, kolaborasi antara LPPM Universitas Jember melalui Kelompok Riset REFUN atau Kelompok Riset di lingkungan Universitas Jember dengan Kelurahan Tapaan dan Bugul Lor diharapkan menjadi model percontohan dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi yang solid, Desa Binaan LPPM Universitas Jember di kedua kelurahan diharapkan mampu menjadi wilayah yang mandiri, sehat, dan berdaya saing.