Mojoparon, Pasuruan – 14 Juli 2026 – KERIS GARUDA melaksanakan kegiatan Pengenalan Program Deteksi Dini Stroke Berbasis Artificial Intelligence (AI) serta skrining sederhana faktor risiko stroke di Posyandu Kamboja V, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (14/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Mandiri Sehat: Pemberdayaan Masyarakat melalui DESA FAST Metode Deteksi Dini Serangan Stroke di Desa Mojoparon, Pasuruan.

Kegiatan dihadiri oleh warga Dusun Balungparen, kader kesehatan desa, Ketua PKK Desa Mojoparon, Bidan Desa, serta tim KERIS GARUDA. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi deteksi dini stroke berbasis AI yang dapat membantu mengenali gejala stroke secara cepat, disertai edukasi mengenai tanda-tanda stroke menggunakan metode BE-FAST (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, dan Time).

Selain mendapatkan edukasi, peserta juga mengikuti skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kadar asam urat. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat mengenali faktor risiko stroke sejak dini sehingga dapat melakukan upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ketua pelaksana kegiatan, Ibu Ida Zuhroidah, S.Kep., Ns., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diakses.

“Stroke sering datang tanpa diduga, tetapi risikonya dapat dikurangi apabila masyarakat mampu mengenali gejala sejak awal dan memahami faktor-faktor yang memicunya. Melalui Program DESA FAST, kami ingin mendekatkan inovasi teknologi berbasis AI kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan deteksi dini dan mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan gejala stroke. Harapannya, masyarakat menjadi lebih siap, lebih peduli, dan mampu melindungi diri serta keluarganya dari dampak stroke.” Jelas beliau.

Ketua PKK Desa Mojoparon, Ibu Nur Azizah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan manfaat yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Selama ini banyak warga yang mengetahui stroke sebagai penyakit berbahaya, tetapi belum memahami bagaimana mengenali tanda-tanda awalnya maupun faktor risikonya. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang mudah dipahami sekaligus pemeriksaan kesehatan secara langsung. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.” Ujar Ibu Nur Azizah.

Antusiasme peserta juga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Salah seorang warga Dusun Balungparen, Ibu Alifah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan.

“Saya baru tahu kalau gangguan keseimbangan dan penglihatan juga bisa menjadi tanda awal stroke. Selama ini saya hanya mengenal wajah mencong atau bicara pelo. Pemeriksaan kesehatan hari ini juga membuat saya lebih tahu kondisi tubuh saya. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan karena sangat membantu masyarakat.” Ungkap Ibu Alifah.

Program DESA FAST diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat Desa Mojoparon yang lebih tanggap terhadap kejadian stroke. Dengan kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan, upaya pencegahan stroke dapat dilakukan secara lebih efektif melalui edukasi berkelanjutan dan deteksi dini.

Melalui kegiatan ini, KERIS GARUDA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan edukasi kesehatan untuk mendukung terwujudnya desa yang sehat, mandiri, serta responsif terhadap berbagai permasalahan kesehatan.