JEMBER, 2 September 2026 – Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) secara resmi menyelenggarakan upacara Pelantikan dan Sumpah Profesi Ners serta Ahli Madya Keperawatan Periode I Tahun 2026 pada Rabu, 2 September 2026. Berlokasi di Gedung Auditorium Universitas Jember, prosesi sakral dan khidmat ini menjadi momentum penting pelepas alih 333 tenaga kesehatan baru yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat. Adapun rincian peserta sumpah periode ini terdiri dari 118 Ners baru dari Program Pendidikan Profesi Ners, 127 Ahli Madya Keperawatan dari D3 Keperawatan Kampus Lumajang, serta 88 Ahli Madya Keperawatan dari D3 Keperawatan Kampus Pasuruan. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, jajaran pengurus DPD PPNI Kabupaten Jember, Lumajang, dan Pasuruan, serta para perwakilan rumah sakit mitra yang selama ini menjadi wahana praktik profesional mahasiswa.

Ketua DPW PPNI Jawa Timur sekaligus Ketua Kolegium Keperawatan, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs. (Hons), dalam sambutannya menekankan keharusan bagi para lulusan untuk terus belajar melintasi batas akademis formal. Beliau menegaskan bahwa proses pembelajaran sesungguhnya baru dimulai di dunia nyata, di mana pasien menjadi guru utama perawat. Prof. Nursalam mengingatkan agar perawat baru senantiasa menjaga integritas tingginya, menjadi role model yang mampu menginspirasi rekan sejawat, serta selalu menempatkan keselamatan dan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi. Di tengah pesatnya kebutuhan global akan tenaga medis, beliau juga mendorong para perawat baru untuk berani mengambil peluang karier internasional, mengingat pangsa pasar dan permintaan terhadap perawat Indonesia di luar negeri saat ini terbuka sangat lebar.

Dekan Fakultas Keperawatan UNEJ, Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan civitas akademika yang mendukung keberhasilan studi para mahasiswa. Beliau memaparkan bahwa para lulusan periode ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan rata-rata IPK mencapai 3,95. Keberhasilan ini dicapai setelah mahasiswa melewati standar penyaringan ketat melalui uji kompetensi nasional, ujian praktikum Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta pembekalan sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai nilai tambah. Dr. Rondhianto membagikan tiga kata kunci utama sebagai bekal alumni: Prepare (bersiap menghadapi tantangan dan persaingan dunia kerja), Connect (menjaga hubungan baik dengan alumni dan ikatan sejawat), serta Growth (terus tumbuh dinamis mengikuti perkembangan zaman). Beliau menyoroti bahwa di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, keahlian teknis harus dibarengi dengan empati mendalam, karena empati dan ketulusan hatilah yang membedakan manusia dari mesin AI.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., menggarisbawahi pentingnya mempertahankan integritas dan standar etika profesi yang tinggi dalam setiap layanan keperawatan. Rektor memberikan dua arahan strategis bagi para lulusan, yaitu Adaptation dan Expand. Adaptation menuntut lulusan untuk dapat beradaptasi secara cepat dengan lingkungan kerja modern dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan guna meningkatkan efisiensi belajar dan layanan. Namun, adaptasi teknologi tersebut tidak boleh mengikis sentuhan kemanusiaan dan empati terhadap pasien. Melalui prinsip Expand, Rektor mengimbau alumni Fakultas Keperawatan UNEJ untuk berani mengekspansi jaringan profesional hingga ke tingkat global dan mendunia, memanfaatkan peluang kerja luar negeri yang luas sebagai pembuktian mutu lulusan UNEJ di kancah internasional.

Rangkaian kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah profesi ini ditutup dengan pemberian selamat serta foto bersama seluruh wisudawan, pimpinan universitas, dan stakeholder kesehatan. Kehadiran perwakilan rumah sakit mitra serta pengurus PPNI daerah makin mempertegas sinergi kuat antara Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan dunia industri pelayanan kesehatan. Dengan dilantiknya 333 perawat baru ini, Fakultas Keperawatan Universitas Jember kembali membuktikan komitmen berkesinambungan dalam mencetak tenaga kesehatan unggul, terampil, beretika, dan berdaya saing internasional.