Probolinggo, 19 Oktober 2024 – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendalikan diabetes mellitus terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Fortifikasi Manajemen 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus Menuju Sehat Optimal dan Berkualitas” yang dilaksanakan di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Riset GARUDA sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya pada wilayah berbasis Agronursing yang memiliki karakteristik masyarakat dengan aktivitas pertanian dan tantangan kesehatan yang beragam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan diabetes mellitus melalui penerapan empat pilar utama penatalaksanaan diabetes, yaitu edukasi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap terapi. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat tidak hanya memahami penyakit diabetes, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan kesehatan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan yang disampaikan secara interaktif kepada masyarakat Desa Wonotoro. Peserta mendapatkan informasi mengenai faktor risiko diabetes, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, pengaturan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, serta pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola diabetes. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pola makan, aktivitas sehari-hari, serta upaya menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Salah satu masyarakat peserta kegiatan, Raselim, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebelumnya saya hanya tahu bahwa diabetes harus mengurangi makanan manis, tetapi melalui kegiatan ini saya lebih memahami bahwa pengelolaan diabetes tidak hanya tentang makanan, tetapi juga harus menjaga aktivitas fisik, mengikuti pengobatan, dan rutin memantau kesehatan. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami di desa,” ungkap Raselim. Kepala Desa Wonotoro, Sarwo Slamet, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Kelompok Riset GARUDA. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan seperti ini. Masyarakat Desa Wonotoro mendapatkan edukasi kesehatan yang sangat dibutuhkan, terutama terkait diabetes mellitus yang saat ini banyak dialami masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin sadar dan mampu menjaga kesehatannya,” ujar Sarwo Slamet. Sementara itu, Husin, perawat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan, menyampaikan bahwa edukasi mengenai empat pilar diabetes sangat penting diberikan kepada masyarakat karena keberhasilan pengelolaan diabetes membutuhkan keterlibatan aktif pasien dan keluarga. “Pengendalian diabetes bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran serta pasien, keluarga, dan masyarakat. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat menjadi lebih memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes,” jelas Husin.

Ketua Pelaksana Pengabdian, Ida Zuhroidah dari Kelompok Riset GARUDA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kelompok riset dalam menghadirkan inovasi dan pendampingan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan Fortifikasi Manajemen 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mampu menerapkan perubahan perilaku kesehatan secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan diabetes dapat dilakukan secara optimal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Ida Zuhroidah. Melalui kegiatan pengabdian ini, Kelompok Riset GARUDA berharap masyarakat Desa Wonotoro semakin mampu menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pengelolaan diabetes mellitus secara mandiri. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas melalui pendekatan Agronursing.