Dalam beberapa tahun terakhir, fakultas telah melaksanakan berbagai langkah strategis, mulai dari standarisasi prosedur, keterbukaan informasi, penguatan pengendalian internal, hingga digitalisasi layanan. Implementasi ini tidak hanya memperkuat tata laksana internal, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada pengalaman mahasiswa sebagai pengguna layanan. Untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai persepsi mahasiswa, tim melakukan wawancara singkat terhadap lima mahasiswa secara acak dari berbagai angkatan. Hasilnya menunjukkan respons positif terhadap upaya reformasi birokrasi yang dilakukan Fakultas Keperawatan.

Upaya perbaikan tata kelola ini terutama terlihat pada empat area layanan utama: ruang baca, laboratorium, akademik, dan kemahasiswaan. Berbagai SOP yang sudah dipajang di setiap unit layanan dinilai telah membantu mahasiswa memahami prosedur, mengurangi kebingungan, dan meminimalkan potensi praktik non-transparan.

Salah satu mahasiswa angkatan 2022, Indika, mengungkapkan bahwa perubahan besar terasa di ruang baca. “Sekarang semuanya tertata jelas. Peminjaman buku dan skripsi kakak tingkat tidak ribet, petugas mengikuti SOP, dan semua mahasiswa diperlakukan sama. Saya merasa nyaman karena tidak ada kesan pilih kasih,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa angkatan 2022, Iftitatul, menyoroti peningkatan di laboratorium. “SOP penggunaan alat dipajang lengkap, jadi kami tahu apa yang boleh dan tidak. Telah disediakan juga google form untuk peminjaman alat dan ruangan lab agar kami lebih mudah. Semuanya diatur dengan adil,” katanya.

Dari sisi layanan akademik, mahasiswa tingkat akhir, Hana Angkatan 2022, mengaku proses administrasi kini jauh lebih efisien. “Pengurusan surat izin penelitian dan surat-surat lainnya terasa cepat sekali. Tidak perlu bolak-balik karena alurnya sudah jelas. Informasinya juga terbuka, jadi tidak ada ruang untuk salah paham. Kami dapat akses di SIKEPO,” tuturnya.

Respons positif juga datang dari layanan kemahasiswaan. Mahasiswa aktif organisasi, Septi (Angkatan 2023), mengatakan bahwa prosedur kegiatan kini lebih transparan. “Proposal, pendanaan, dan LPJ semua mengikuti SOP. Kami merasa diperlakukan adil dan tidak ada intervensi yang aneh-aneh. Sistemnya jauh lebih bersih,” jelasnya.

Mahasiswa baru angkatan 2024, Wulan, menambahkan bahwa digitalisasi layanan membantu menciptakan pengalaman yang lebih efisien. “Banyak layanan sudah online, jadi hemat waktu. Kami bisa lihat informasi dengan jelas dan langsung tahu apa yang harus dilakukan,” katanya dengan antusias.

Secara keseluruhan, kelima mahasiswa tersebut menilai bahwa upaya Fakultas Keperawatan dalam membangun tata kelola yang bersih, bebas KKN, transparan, dan efisien telah berjalan ke arah yang tepat. Perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kenyamanan mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika