
PASURUAN – Kelompok Riset Research and Education of Fundamental of Nursing (REFUN) Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, Fakultas Keperawatan Universitas Jember, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Tapa’an, Kota Pasuruan, pada 9 Maret 2026. Kegiatan ini mengangkat topik pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui pelatihan cuci tangan enam langkah dan etika batuk yang benar, dengan sasaran utama 30 orang lanjut usia (lansia).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes., selaku perwakilan Kelompok Riset REFUN, bersama tim yang terdiri atas Ns. Eko Prasetya Widianto, S.Kep., M.Kep., Ns. Syaifuddin Kurnianto, S.Kep., M.Kep., Ns. Mareta Deka Paraswati, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Suhendra Agung Wibowo, S.Kep., M.Kep. Rangkaian acara berlangsung dengan dukungan penuh dari pihak Kelurahan Tapa’an, dipimpin oleh Lurah Tapa’an, Riela Machfida Taurusia, S.H., serta didampingi oleh tim perawat Puskesmas Pembantu Desa Tapa’an dan kader kesehatan setempat.
Melalui pendekatan demonstrasi, simulasi praktik, dan tanya jawab interaktif, para lansia diajak memahami pentingnya higiene perorangan sebagai upaya preventif terhadap ISPA. Materi cuci tangan enam langkah dan etika batuk disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipraktikkan, disesuaikan dengan kondisi fisik dan kognitif peserta lansia.
Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes., selaku ketua tim pengabdian, menegaskan bahwa intervensi dasar seperti ini memiliki dampak besar bagi kesehatan kelompok rentan.
“ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia, namun sebenarnya dapat dicegah dengan perilaku sederhana yang konsisten. Melalui kegiatan hari ini, kami ingin memastikan bahwa para lansia tidak hanya tahu, tetapi juga mampu mempraktikkan cuci tangan enam langkah dan etika batuk dengan benar. Harapannya, kebiasaan kecil ini dapat menjadi benteng pertama dalam menjaga kesehatan pernapasan mereka,” ujar Ns. Erik Kusuma.
Lurah Tapa’an, Riela Machfida Taurusia, S.H., menyambut positif kehadiran tim REFUN dan menilai kegiatan ini sangat relevan dengan prioritas kesehatan di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Jember, khususnya Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, yang telah memilih Desa Tapa’an sebagai lokasi pengabdian. Edukasi pencegahan ISPA melalui cuci tangan dan etika batuk ini sangat dibutuhkan, terutama bagi warga lansia kami. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga, sehingga derajat kesehatan masyarakat Tapa’an semakin meningkat,” jelas Riela Machfida Taurusia.
Antusiasme juga disampaikan oleh perwakilan kader kesehatan yang turut mendampingi kegiatan. Salah seorang kader, mengungkapkan manfaat langsung yang dirasakan dari pelatihan tersebut.
“Kami sebagai kader sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari tim dosen ini. Materi yang disampaikan mudah dipahami, dan cara pelatihannya sangat interaktif sehingga para lansia tidak cepat bosan. Setelah kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus mengingatkan dan memantau praktik cuci tangan serta etika batuk di posyandu lansia rutin setiap bulan,” tutur beliau.
Kegiatan ditutup dengan sesi praktik bersama, pembagian leaflet edukasi bergambar, serta penyerahan simbolis alat cuci tangan portabel kepada perwakilan lansia dan kader. Tim REFUN juga melakukan pemantauan awal terhadap kondisi kesehatan peserta sebagai bagian dari pendataan untuk program tindak lanjut.
Ke depannya, Kelompok Riset REFUN berencana mengembangkan program pendampingan berkelanjutan di Desa Tapa’an, termasuk pelatihan deteksi dini gejala ISPA, penguatan peran kader sebagai agen perubahan, serta integrasi materi kesehatan pernapasan dalam kegiatan posyandu lansia. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem sehat yang mandiri dan berkelanjutan.
