Jember, Minggu (25/4/2026) – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Pusat Komputer Fakultas Keperawatan Universitas Jember (CBT FKep UNEJ) memasuki hari ketujuh berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional, jajaran pimpinan Universitas Jember melaksanakan monitoring langsung ke lokasi ujian.
Kunjungan monitoring dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.. Turut hadir dalam rombongan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNEJ, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNEJ, Muhammad Jazuli, S.H., M.H., serta Koordinator UTBK 2026 Universitas Jember, Ns. Anisah Ardiana, M.Kep., Ph.D. Rombongan diterima oleh pimpinan FKep UNEJ dan panitia pelaksana di lokasi CBT.

Dalam kesempatan tersebut, tim monitoring meninjau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana ujian, meliputi kondisi perangkat komputer, stabilitas jaringan internet, ruang tunggu peserta, serta posko kesehatan dan keamanan. Mereka juga memastikan kelancaran teknis pelaksanaan, mulai dari proses registrasi ulang, verifikasi identitas peserta, hingga pengawalan selama sesi ujian berlangsung.
Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap tahapan ujian. "Integritas seleksi nasional adalah harga mati. Setiap pengawas dan panitia harus bekerja secara profesional, teliti, dan objektif agar hasil UTBK-SNBT benar-benar mencerminkan kompetensi dan potensi akademik peserta," tegasnya.
Sementara itu, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. menyoroti aspek kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan peserta. "Peserta adalah prioritas utama. Pastikan mereka merasa tenang, difasilitasi dengan baik, dan terlindungi dari gangguan apa pun selama mengikuti tes. Kolaborasi dengan satuan pengamanan, tim medis, dan relawan pendamping harus berjalan optimal," ujarnya.
Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. selaku Kepala LPMPP menambahkan bahwa penjaminan mutu proses seleksi menjadi fokus utama universitas. "Kami melakukan pemantauan menyeluruh untuk memastikan setiap aspek penyelenggaraan memenuhi indikator mutu yang ditetapkan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan," jelasnya

Muhammad Jazuli, S.H., M.H., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, menyatakan bahwa dukungan infrastruktur dan administrasi dari tingkat universitas terus ditingkatkan. "Kami berkomitmen penuh mendukung fakultas sebagai penyelenggara, termasuk dalam antisipasi dan penanganan kendala teknis secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," ungkapnya.
Sementara itu, Ns. Anisah Ardiana, M.Kep., Ph.D., Koordinator UTBK 2026 Universitas Jember, melaporkan bahwa hingga hari keempat, seluruh sesi di CBT FKep UNEJ berjalan lancar tanpa kendala signifikan. "Antusiasme peserta sangat tinggi, dan sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran prosedur. Kami terus melakukan evaluasi harian serta koordinasi intensif dengan panitia lapangan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan tetap terjaga hingga hari terakhir," ungkapnya.
Pelaksanaan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Jember dalam menjaga kredibilitas, transparansi, dan akuntabilitas seleksi penerimaan mahasiswa baru tingkat nasional. Melalui pengawasan ketat, sinergi lintas unit, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, CBT FKep UNEJ terus berupaya menghadirkan pengalaman ujian yang profesional, adil, dan bebas dari praktik kecurangan bagi seluruh peserta UTBK-SNBT 2026. (Efka)
