PASURUAN – Masa depan profesi keperawatan membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan klinis. Kemampuan memimpin, mengelola pelayanan, mengikuti perkembangan bukti ilmiah, hingga merespons perubahan risiko penyakit menjadi kompetensi yang semakin penting bagi perawat. Semangat tersebut mengemuka dalam Kuliah Pakar Internasional yang digelar di Kampus D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan), Fakultas Keperawatan Universitas Jember (FKep UNEJ), Selasa (22/9/2026).
Bertempat di Lantai 3 Gedung Poliklinik Kampus D3 Keperawatan Kota Pasuruan Universitas Jember, kegiatan tersebut diikuti 185 peserta dan menghadirkan dua profesor internasional, yakni Prof. Huan-Fang Lee, R.N., Ph.D., atau yang akrab disapa Prof. Grace, dari National Cheng Kung University, Taiwan, serta Prof. Bronwyn Everett dari University of Wollongong, Australia. Dua isu strategis diangkat dalam forum akademik tersebut. Prof. Grace membawakan materi “Future Nursing Leaders: Strengthening Administrative Competencies for Safe, Quality and Transformative Healthcare”, sedangkan Prof. Bronwyn Everett mengupas “The New Face of Cardiovascular Disease: Emerging Risks, Prevention, and Innovative Care”. Mewakili pimpinan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Wakil Dekan Bidang Akademik FKep UNEJ, Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D., menyampaikan selamat datang kepada kedua profesor internasional di Kampus Kota Pasuruan. Beliau menegaskan bahwa Kampus Kota Pasuruan memiliki fokus pada pendidikan vokasi keperawatan yang menempatkan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai bagian penting dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.


“Selamat datang di Kampus D3 Keperawatan, Kampus Kota Pasuruan, Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Kampus Kota Pasuruan memiliki fokus pada pendidikan vokasi keperawatan, sehingga proses pendidikan yang kami kembangkan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujar Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D.
Menurut beliau, kehadiran pakar internasional menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal perkembangan ilmu dan praktik keperawatan dari perspektif global.
“Kehadiran Prof. Huan-Fang Lee dari National Cheng Kung University, Taiwan, dan Prof. Bronwyn Everett dari University of Wollongong, Australia, memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pakar internasional. Kami berharap wawasan yang diperoleh melalui kuliah pakar ini dapat memperkaya proses pembelajaran, memperkuat budaya evidence-based nursing, serta mendorong mahasiswa untuk memiliki perspektif global tanpa meninggalkan kompetensi praktik yang menjadi kekuatan pendidikan vokasi,” tambah Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D.


Prof. Grace: Menyiapkan Perawat sebagai Pemimpin Masa Depan
Memasuki sesi pertama, Prof. Grace mengajak peserta melihat profesi keperawatan dari perspektif yang lebih luas. Perawat masa depan tidak hanya dituntut mampu memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga perlu memiliki kapasitas kepemimpinan dan manajerial dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan transformatif.
Melalui materi “Future Nursing Leaders: Strengthening Administrative Competencies for Safe, Quality and Transformative Healthcare”, Prof. Grace menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan dan manajemen keperawatan berbasis bukti.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa kompetensi administratif dan kepemimpinan memiliki posisi penting dalam pengembangan profesi keperawatan. Di tengah perubahan sistem pelayanan kesehatan, perawat perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkontribusi dalam pengambilan keputusan, serta mengambil bagian dalam peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan.
Penguatan kompetensi tersebut juga menunjukkan bahwa profesionalisme perawat tidak hanya dibangun melalui kemampuan klinis. Kemampuan memahami permasalahan pelayanan, menggunakan bukti ilmiah, mengelola sumber daya, dan mengambil peran sebagai agen perubahan menjadi bagian dari kapasitas yang perlu dipersiapkan sejak masa pendidikan.

Prof. Bronwyn Everett Kupas “Wajah Baru” Penyakit Kardiovaskular
Perspektif berbeda hadir dalam sesi kedua. Prof. Bronwyn Everett dari University of Wollongong, Australia, mengajak peserta melihat perkembangan penyakit kardiovaskular melalui materi “The New Face of Cardiovascular Disease: Emerging Risks, Prevention, and Innovative Care”. Materi tersebut membahas emerging risks, strategi pencegahan, serta inovasi berbasis bukti yang dapat memperkuat pencegahan dan tata laksana penyakit kardiovaskular.
Pembahasan mengenai “wajah baru” penyakit kardiovaskular menjadi penting karena tenaga keperawatan perlu terus mengikuti perkembangan pengetahuan mengenai faktor risiko maupun pendekatan pelayanan. Bukti ilmiah yang terus berkembang menuntut calon perawat untuk tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas, tetapi terus memperbarui wawasan sepanjang perjalanan profesionalnya.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh perspektif mengenai pentingnya memahami perkembangan risiko penyakit kardiovaskular sekaligus menempatkan upaya pencegahan dan inovasi pelayanan berbasis bukti sebagai bagian penting dalam praktik kesehatan.

Mahasiswa: Perspektif Global yang Memperkaya Pembelajaran
Kuliah pakar internasional tersebut turut memberikan pengalaman belajar tersendiri bagi mahasiswa. Kesempatan mendapatkan perspektif langsung dari pakar internasional dinilai dapat memperluas cara pandang mahasiswa terhadap perkembangan profesi keperawatan. Difa Alvita Ridatun Nailah mengungkapkan bahwa materi mengenai kepemimpinan keperawatan membuat dirinya melihat kompetensi seorang perawat dari perspektif yang lebih luas.
“Bagi saya, kuliah pakar ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena kami bisa memperoleh perspektif langsung dari pakar internasional. Saya semakin memahami bahwa perawat tidak hanya membutuhkan kemampuan klinis, tetapi juga perlu memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan terus mengikuti perkembangan ilmu agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” ungkap Difa Alvita Ridatun Nailah.
Sementara itu, Tio Yahya menyoroti materi mengenai perkembangan penyakit kardiovaskular. Menurutnya, pembahasan mengenai faktor risiko hingga inovasi pelayanan memberikan tambahan wawasan yang relevan bagi mahasiswa keperawatan. “Materi tentang penyakit kardiovaskular sangat menarik karena kami mendapatkan wawasan mengenai perkembangan faktor risiko, upaya pencegahan, hingga inovasi pelayanan berbasis bukti. Kegiatan ini memotivasi saya untuk terus memperbarui pengetahuan dan membiasakan diri belajar dari evidence terbaru sebagai bekal ketika nantinya memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien,” ungkap Tio Yahya.

Vokasi yang Kuat, Perspektif yang Mendunia
Dua topik yang dihadirkan dalam Kuliah Pakar Internasional tersebut mempertemukan dua dimensi penting dalam pengembangan perawat masa depan. Materi Prof. Grace memperkuat perspektif mengenai kepemimpinan, manajemen, mutu, dan keselamatan pelayanan, sedangkan Prof. Bronwyn Everett membawa peserta memahami perkembangan risiko, pencegahan, dan inovasi pelayanan penyakit kardiovaskular berbasis bukti. Keduanya bermuara pada satu pesan yang sama: perkembangan pelayanan kesehatan menuntut perawat untuk terus belajar, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mengintegrasikan bukti ilmiah ke dalam praktik. Bagi Kampus D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan) FKep UNEJ, hadirnya perspektif internasional juga menjadi bagian dari upaya memperkaya ekosistem pendidikan vokasi keperawatan. Kekuatan kompetensi praktik yang menjadi karakter pendidikan vokasi dipertemukan dengan wawasan global dan perkembangan ilmu berbasis bukti. Melalui ruang akademik seperti kuliah pakar internasional, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk terampil ketika memasuki dunia pelayanan kesehatan, tetapi juga didorong memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perkembangan ilmu, dan siap menghadapi transformasi pelayanan kesehatan. Dari ruang kuliah di Kampus Kota Pasuruan, perspektif global dari Taiwan dan Australia dipertemukan dengan kekuatan pendidikan vokasi untuk mempersiapkan perawat masa depan yang kompeten, adaptif, berbasis bukti, dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
