Pasuruan, 5 Agustus 2026 — Upaya pencegahan dan penanganan dini stroke di Desa Mojoparon terus diperkuat melalui kegiatan pelatihan pengambilan keputusan cepat pada golden period serta simulasi kasus kegawatdaruratan stroke di tingkat keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Posyandu Kamboja II, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat “Program Desa Mandiri Sehat: Pemberdayaan Masyarakat melalui DESA FAST Metode Deteksi Dini Serangan Stroke di Desa Mojoparon, Pasuruan.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali tanda bahaya stroke serta melakukan respons cepat dan tepat pada fase krusial (golden period).
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan terkait pengambilan keputusan cepat saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan stroke di lingkungan keluarga. Selain itu, dilakukan simulasi kasus untuk memperkuat pemahaman praktis peserta. Kegiatan juga dilengkapi dengan skrining sederhana faktor risiko yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan ini diikuti oleh total 25 peserta yang terdiri dari warga Dusun Badong, kader kesehatan desa, Ketua PKK, bidan desa, serta dihadiri oleh pihak Puskesmas. Turut terlibat pula mahasiswa sebagai bagian dari tim pelaksana kegiatan. Kader kesehatan, Ani Wahyu, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. “Kami jadi lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat seperti stroke, karena sudah memahami langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.

Mahasiswa yang terlibat, Radita Nilna Salsabila, juga mengungkapkan kesannya selama kegiatan berlangsung. “Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi kami untuk terlibat langsung dalam edukasi masyarakat sekaligus memahami kondisi lapangan,” tuturnya. Ketua Kader Kesehatan Desa Mojoparon, Hj. Lailatul Masruroh, menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan program. “Pelatihan ini sangat penting karena keluarga adalah garda terdepan dalam penanganan awal stroke. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut,” ungkapnya. Perwakilan masyarakat, Nanik, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Kami jadi tahu tanda-tanda stroke dan apa yang harus dilakukan dengan cepat. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” katanya. Islamia Audina menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat pelayanan kesehatan. “Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sigap dalam mengenali dan merespons tanda-tanda stroke sejak dini,” ujarnya. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin tanggap dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan stroke serta mampu melakukan tindakan awal yang tepat. Keberlanjutan program DESA FAST diharapkan dapat menjadi upaya nyata dalam menurunkan risiko dampak stroke di masyarakat. Demikian kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Mojoparon.