
Selasa, 29 Juli 2025 – Hari ini Fakultas Keperawatan Universitas Jember kedatangan seorang pakar di bidang keperawatan dari International Islamic University of Malaysia, beliau adalah Assoc. Prof. Muhammad Kamil bin Che Hasan, BHSc., MN., Ph.D., RN. kedatangan beliau ke Fakultas Keperawatan selain memberikan kuliah, juga dalam rangka menghadiri undangan International Agronursing Conference, yang mana dalam kesempatan ini beliau juga diundang sebagai salah satu pembicaranya.

Dalam kuliahnya , beliau mengungkapkan pentingnyaa pendidikan keperawatan untuk lebih adaptif terhadap keragaman budaya. Salah satu pendekatan yang kini semakin mendapat perhatian adalah integrasi promosi kesehatan dalam pendidikan keperawatan holistik melalui pendekatan transkultural. Pendekatan ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai budaya pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh. Integrasi promosi kesehatan dalam pendidikan keperawatan holistik tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga emosional, sosial, dan spiritual. Dengan memahami latar belakang budaya pasien, perawat dapat merancang intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Di Indonesia, yang memiliki keragaman budaya yang sangat luas, pendekatan ini menjadi sangat relevan. Pendidikan keperawatan yang mengadopsi prinsip transkultural dapat membantu menciptakan tenaga kesehatan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang berorientasi pada pasien dan berbasis budaya. Dengan demikian, promosi kesehatan tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum, tetapi juga menjadi nilai inti dalam praktik keperawatan masa depan.

Kegiatan Kuliah Pakar ini di hadiri oleh sejumlah perwakilan mahasiswa Sarjana Keperawatan dan Magister Keperawatan sebagai matak kuliah prasyarat dalam menempuh mata kuliah. Setelah pemaparan materi oleh pembicara, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan pembicara, tampak mahasiswa antusias bertanya kepada pemateri , seperti bagaimana implementasi keperawatan transkultural di Malaysia, mengingat perbedaan budaya yang melatar belakangi, bagaimana dampak keperawatan transkultural di daerah yang memiliki subkultur berbeda, dan sebagainya. Acara kemudian ditutup dengan sesi Foto bersama dengan pemateri. (rizq)