Lumajang, 10 Juli 2026 – Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Resiliensi Warga Hunian Tetap Melalui Edukasi dan Pendampingan Berbasis Komunitas” di Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah desa dalam mendukung pemulihan kesehatan fisik dan mental masyarakat penyintas erupsi Gunung Semeru. Melalui pendekatan berbasis komunitas, masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan beradaptasi, bangkit, dan hidup lebih mandiri setelah mengalami bencana.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sumbermujur, Ibu Yayuk Sri Rahayu, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian akademisi dan profesi perawat dalam mendampingi masyarakat Huntap. Menurutnya, edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Lumajang, Dr. Suhari, A.Per.Pen., M.M. Beliau menegaskan bahwa perawat memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, khususnya dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi diharapkan mampu menghasilkan inovasi keperawatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan tiga Kelompok Riset (Ke-Ris) yang menghadirkan berbagai inovasi berbasis keilmuan keperawatan. Ke-Ris DENSUS menyelenggarakan tiga program unggulan, yaitu REM-JIWA (Relawan Muda Jaga Kesehatan Jiwa): Intervensi Psikososial Terpadu Pascabencana Semeru yang menyasar kelompok remaja sebagai agen perubahan dalam menjaga kesehatan mental komunitas. Selain itu, diberikan edukasi SIKAT TB (Sinergi Karang Taruna Berantas TB) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Program ketiga adalah PRIMA (Penguatan Resiliensi Individu melalui Metode Hipnotik Lima Jari), yaitu intervensi keperawatan yang mengajarkan teknik relaksasi sederhana untuk membantu masyarakat mengelola stres, kecemasan, serta meningkatkan kemampuan adaptasi pascabencana.

Sementara itu, Ke-Ris AED memberikan Pelatihan Triase Mandiri dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Awam untuk Memperkuat Resiliensi Fisik Penyintas di Huntap Semeru. Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali kemampuan mengenali kondisi kegawatdaruratan, melakukan triase sederhana, serta memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga kesehatan tiba. Di sisi lain, Ke-Ris FunPhrase menyampaikan edukasi bertema GARUDA-SEMERU (Gerakan Resiliensi Berbasis Pemenuhan Kebutuhan Dasar/Pangan Sehat bagi Penyintas Pasca-Erupsi Gunung Semeru). Materi ini menitikberatkan pada pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi seimbang sebagai fondasi kesehatan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak jangka panjang pascabencana.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi bersama warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan berbagai keterampilan yang diberikan oleh tim pengabdian. Melalui kolaborasi antara Program Studi D3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang, BAPENA DPD PPNI Kabupaten Lumajang, dan Pemerintah Desa Sumbermujur, diharapkan berbagai inovasi keperawatan yang dikembangkan oleh kelompok-kelompok riset dapat terus diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat penyintas bencana