PASURUAN – Kolaborasi akademik lintas negara hadir langsung di ruang pelayanan RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan. Program Studi D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan), Fakultas Keperawatan Universitas Jember (FKep UNEJ), berkolaborasi dengan RSUD Bangil menggelar International Community Service in Bangil General Hospital: Strengthening Patient Centered Care and Nursing Service Quality, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut semakin istimewa dengan keterlibatan Prof. Huan-Fang Lee, R.N., Ph.D., atau yang akrab disapa Prof. Grace, dari National Cheng Kung University, Taiwan. Kehadiran beliau membawa perspektif internasional sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai praktik dan inovasi pelayanan keperawatan antara Indonesia dan Taiwan. Kegiatan diawali dengan penerimaan tim di ruang manajemen RSUD Bangil. Mewakili Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Wakil Dekan Bidang Akademik FKep UNEJ, Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada RSUD Bangil atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran manajemen RSUD Bangil yang telah menerima serta memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik. Dukungan yang diberikan, termasuk kesempatan bagi tim untuk melaksanakan kegiatan di berbagai unit pelayanan, menjadi bagian penting dalam terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini,” ujar Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D. RSUD Bangil merupakan salah satu mitra strategis Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan) FKep UNEJ. Kemitraan tersebut diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama yang mencakup pendidikan dan praktik klinik keperawatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. “RSUD Bangil merupakan mitra penting bagi kami, tidak hanya dalam pendidikan dan praktik klinik mahasiswa, tetapi juga dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan menghasilkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan terutama pasien serta masyarakat,” tambah Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pemaparan profil RSUD Bangil oleh Plt. Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini, M.M., serta sharing session bersama Prof. Grace.


Kehadiran Prof. Grace di Universitas Jember merupakan bagian dari agenda International Student Conference yang diselenggarakan di Fakultas Keperawatan Universitas Jember, dengan beliau sebagai salah satu pembicara utama. Di sela rangkaian agenda internasional tersebut, Prof. Grace menyempatkan diri terlibat dalam kegiatan International Community Service bersama Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan) dan RSUD Bangil. Tidak sekadar berbagi pengalaman mengenai praktik keperawatan di Taiwan, Prof. Grace turut mengikuti secara langsung pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah unit pelayanan. Beliau memberikan berbagai insightselama proses edukasi dan demonstrasi berlangsung. Perhatian Prof. Grace salah satunya tertuju pada kreativitas tim dalam mengembangkan media edukasi. Beragam media digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada perawat, pasien, dan keluarga, mulai dari video edukasi, QR code, booklet digital, aplikasi, hingga poster digital. “Saya sangat mengapresiasi berbagai media edukasi yang dikembangkan oleh tim. Informasi yang disampaikan dikemas dengan menarik, mudah dipahami, dan banyak memanfaatkan media digital. Hal seperti ini penting karena edukasi kepada pasien dan keluarga perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” ungkap Prof. Huan-Fang Lee, R.N., Ph.D. Menurut beliau, inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan pelayanan keperawatan. Namun, inovasi tidak harus selalu identik dengan teknologi kompleks maupun perubahan dalam skala besar. “Inovasi tidak harus selalu sesuatu yang besar. Perawat dapat melihat masalah yang dihadapi pasien kemudian memikirkan solusi yang sederhana, aplikatif, tetapi memberikan dampak nyata bagi pasien. Kemauan untuk terus berinovasi inilah yang perlu dikembangkan dalam praktik keperawatan,” tambah Prof. Huan-Fang Lee, R.N., Ph.D. Menariknya, proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan tersebut tidak berlangsung satu arah. Prof. Grace juga memberikan apresiasi terhadap lingkungan dan penataan ruang perawatan RSUD Bangil yang dinilai mampu menghadirkan kenyamanan bagi pasien. “Saya terkesan dengan penataan ruang perawatan di sini. Lingkungannya tertata dengan baik, indah, dan memberikan kenyamanan. Ini menjadi pengalaman dan informasi yang sangat berharga bagi saya, bahkan ada hal-hal yang dapat saya bawa sebagai inspirasi ketika kembali ke Taiwan,” ungkap Prof. Huan-Fang Lee, R.N., Ph.D.

Pelaksanaan pengabdian melibatkan dosen dari empat Kelompok Riset (KeRis) Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan), yakni Garuda, Sakti, Matanada, dan Refun. Masing-masing KeRis memiliki fokus keilmuan yang kemudian diterjemahkan dalam kegiatan pengabdian sesuai dengan kebutuhan sasaran dan unit pelayanan. KeRis Garuda berfokus pada Keperawatan Medikal Bedah (KMB) serta Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis. KeRis Sakti mengembangkan bidang Keperawatan Gerontik dan Keperawatan Jiwa. KeRis Matanada berfokus pada kesehatan anak dan ibu hamil, sedangkan KeRis Refun mengembangkan topik terkait pemenuhan kebutuhan dasar. Para dosen berkolaborasi dan berbagi peran dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pengabdian sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan sasaran. Pola tersebut memungkinkan terjadinya kolaborasi antardosen sekaligus mempertemukan beragam perspektif keilmuan dalam menjawab kebutuhan yang ditemukan di pelayanan. Kegiatan dilaksanakan di sejumlah unit yang difasilitasi RSUD Bangil, meliputi Ruang Asoka, Ruang Melati, ICU-HCU, dan Poli Psikiatri. Sasaran kegiatan terdiri atas perawat, pasien, dan keluarga pasien, dengan keterlibatan sekitar 10–20 peserta pada masing-masing ruang kegiatan. Metode pengabdian disesuaikan dengan karakteristik materi dan sasaran, mulai dari ceramah, diskusi, hingga demonstrasi. Pemanfaatan media digital turut menjadi bagian penting agar pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih menarik, praktis, dan mudah dipahami. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran kolaboratif bagi mahasiswa. Sebanyak 16 mahasiswa Program Magister (S2) Keperawatan FKep UNEJ terlibat dalam pemberian edukasi, demonstrasi, dan dokumentasi kegiatan. Selain itu, empat mahasiswa D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan) turut terlibat dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Plt. Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini, M.M., menyambut positif pelaksanaan International Community Service. Menurut beliau, kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki nilai penting karena dapat menghadirkan perspektif akademik dalam upaya rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada Fakultas Keperawatan Universitas Jember, khususnya Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, yang selama ini telah menjadi mitra RSUD Bangil. Bagi kami, kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting karena rumah sakit juga membutuhkan masukan, gagasan, dan perspektif akademik sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkap dr. Tri Dinar Herturini, M.M. Menurut beliau, kehadiran Prof. Grace semakin memperkaya kegiatan karena membuka ruang untuk melihat praktik keperawatan dari perspektif negara lain sekaligus memperkenalkan praktik pelayanan yang berkembang di RSUD Bangil. “Kehadiran Prof. Huan-Fang Lee menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk bertukar pengalaman dan memperoleh perspektif mengenai praktik keperawatan dari negara lain. Pada saat yang sama, kami juga dapat berbagi mengenai pelayanan dan pengembangan keperawatan yang dilakukan di RSUD Bangil,” jelas dr. Tri Dinar Herturini, M.M. Beliau berharap sinergi yang telah terbangun bersama Fakultas Keperawatan Universitas Jember dapat terus berkembang melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari kebutuhan nyata di pelayanan. “Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Permasalahan maupun kebutuhan yang ditemukan dalam pelayanan dapat menjadi ruang kolaborasi berikutnya sehingga kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan, tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga,” pungkas dr. Tri Dinar Herturini, M.M. International Community Service di RSUD Bangil menjadi lebih dari sekadar ruang transfer pengetahuan kepada perawat, pasien, dan keluarga. Pertemuan antara akademisi, praktisi pelayanan kesehatan, mahasiswa, dan mitra internasional menghadirkan proses pertukaran pengalaman yang berjalan dua arah. Pengalaman praktik keperawatan di Taiwan yang dibagikan Prof. Grace memperkaya perspektif mengenai penguatan patient-centered care dan kualitas pelayanan keperawatan. Sebaliknya, berbagai inovasi media edukasi yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian serta praktik pelayanan yang ditemui di RSUD Bangil turut memberikan pengalaman baru bagi Prof. Grace. Pertukaran tersebut menunjukkan bahwa praktik baik di tingkat lokal juga dapat menjadi sumber pembelajaran dalam ruang kolaborasi internasional. Pada saat yang sama, perspektif global dapat menghadirkan gagasan baru yang relevan untuk pengembangan pelayanan di tingkat lokal.


Perjanjian Kerja Sama antara Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kota Pasuruan) FKep UNEJ dan RSUD Bangil menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kolaborasi. Temuan, diskusi, dan masukan selama kegiatan dapat menjadi pijakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan sekaligus mengembangkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berikutnya. Melalui sinergi perguruan tinggi, rumah sakit, dan mitra internasional, kegiatan ini diharapkan semakin membuka ruang bagi lahirnya inovasi pelayanan keperawatan yang relevan dengan kebutuhan pasien dan keluarga. Dari Bangil, praktik baik dan inovasi sederhana bertemu dengan perspektif global untuk bersama-sama memperkuat pelayanan keperawatan yang semakin berpusat pada pasien.
