Bondowoso, 19 Agustus 2026 — Fakultas Keperawatan Universitas Jember melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) resmi meluncurkan program Bumi Wana Mandiri di Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Acara yang digelar di Madrasah Diniyah Nurul Hasan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas masyarakat desa berbasis potensi lokal, sekaligus menandai komitmen bersama antara mahasiswa, pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk mendorong kemandirian berkelanjutan. Kehadiran jajaran pimpinan Universitas Jember, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, serta berbagai instansi terkait memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap program ini.
Program Bumi Wana Mandiri merupakan bagian dari PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Tahun 2026 yang berfokus pada empat bidang utama: ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Pada bidang ekonomi, tim mengembangkan hilirisasi kopi dan alpukat melalui produk unggulan seperti Eccip Coffee Robusta-Arabika, Muffin Coffee, serta Puka-Puka Stik Alpukat. Pemasaran digital melalui marketplace “Terassawulan” dan pendampingan legalitas usaha turut memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat. Di bidang kesehatan, hadir inovasi berupa aplikasi NutriCount, Kartu Pantau Hipertensi, tensimeter digital, serta pangan lokal bergizi seperti keripik kelor dan puding jagung.
Bidang pendidikan diwujudkan melalui program Wanadidik, yang menghadirkan Pojok Baca Desa, pembinaan literasi, edukasi tanggap bencana, serta kreativitas pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci. Sementara itu, bidang lingkungan melalui Bumilestari fokus pada edukasi dan manajemen sampah, pengembangan drum fermentasi POC, eco-enzyme, revitalisasi Bank Sampah, hingga Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ 2026, Hagum Mashuda, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan temporer, melainkan upaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan program secara mandiri. “Launching ini bukan akhir, tetapi awal dari keberlanjutan,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Dr. Rondhianto, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam pemberdayaan nyata. Wakil Rektor III Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam pengabdian masyarakat sebagai implementasi teori di bangku kuliah ke dalam kondisi real di masyarakat.
Kegiatan Grand Launching turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Asisten I Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, Bapak Solikhin, S.H., M.Si., yang dalam kesempatan ini hadir mewakili Bupati Bondowoso., Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Filsafat Islam; Kepala BAPPERIDA, Dr. Anisatul Hamidah, S.Ag., S.H., M.Si., M.Kn.; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dwi Wahyudi, S.Sos., M.M.; Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.T.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau yang mewakili, Bapak Andy Budiono; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau yang mewakili Kabid Perpustakaan, Ibu Nurya Ima Shinta, S.T., M.T.; Camat Maesan, Hendri Khairul Imam, S.E.; KASI BIN Perum Perhutani KPH Bondowoso, Rahmat Sugiarto; Kepala UPTD Puskesmas Maesan, dr. Yudia Candrawati; serta Kepala Desa Tanahwulan, Mulyono. Kehadiran para mitra ini menjadi bukti nyata dukungan lintas sektor terhadap keberlanjutan program.
Rangkaian acara Grand Launching ditandai dengan penandatanganan komitmen mitra, pemotongan pita, serta penyematan ID card kepada kader Bumi Wana Mandiri sebagai simbol dimulainya kolaborasi. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar inisiatif mahasiswa, melainkan ruang kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui Bumi Wana Mandiri, Universitas Jember berupaya menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan masyarakat, dari potensi menjadi karya, dari kolaborasi menuju kemandirian, dan dari hari ini menuju masa depan yang berkelanjutan.


