Lumajang, 21 Juni 2026– Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember (FKEP UNEJ) Kampus Lumajang menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penanganan kegawatdaruratan dasar. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Nursalam, pada Senin (15/6/2026).

Pelatihan BTCLS dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 15–17 Juni 2026, sedangkan tahap kedua dilaksanakan secara luring pada 19–21 Juni 2026 di lingkungan Prodi D3 Keperawatan FKEP UNEJ Kampus Lumajang. Dalam sambutannya, Prof. Nursalam menyampaikan bahwa kemampuan kegawatdaruratan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon perawat. Menurutnya, perawat dituntut mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan profesional dalam berbagai kondisi darurat, baik akibat trauma maupun gangguan kardiovaskuler.

 Kegiatan pelatihan menghadirkan pemateri dan instruktur profesional dari Tim Medical Nursing Trainer (MNT) serta Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia Jawa Timur yang berpengalaman dalam bidang kegawatdaruratan dan penanggulangan bencana.

Koordinator Program Studi D3 Keperawatan FKEP UNEJ Kampus Lumajang, Ns. Mashuri, S.Kep., M.Kep. menyampaikan bahwa pelatihan BTCLS bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar dalam melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam praktik pelayanan kesehatan secara profesional.

Pelaksanaan BTCLS ini menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi D3 Keperawatan FKEP UNEJ Kampus Lumajang dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan di lapangan. Dengan dukungan instruktur berpengalaman dan metode pembelajaran yang komprehensif, diharapkan peserta mampu meningkatkan keterampilan klinis serta kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Melalui pelatihan BTCLS ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga pengalaman belajar yang aplikatif sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan aman kepada masyarakat,” pungkas panitia penyelenggara.