Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Keperawatan UNEJ, Ns. Nurfika Asmaningrum, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Dalam sambutan kedinasannya, beliau menegaskan bahwa etika pelayanan administrasi dan komunikasi profesional staf kependidikan merupakan pilar utama dalam membangun kepercayaan publik serta menentukan citra institusi di mata civitas akademika.

"Pelayanan publik yang kita berikan di Fakultas Keperawatan harus mencerminkan nilai-nilai luhur profesi dan akuntabilitas sebagai ASN. Penerapan komunikasi yang profesional dan etika yang kuat oleh seluruh tenaga kependidikan adalah kunci utama dalam menyukseskan peningkatan status Zona Integritas di lingkungan fakultas kita," tegas Ns. Nurfika.

Pernyataan tersebut merefleksikan nilai Berorientasi Pelayanan dan Akuntabel, di mana setiap tendik dituntut memberikan pelayanan prima dan transparan, serta nilai Harmonis dan Loyal untuk menjaga kondusivitas ruang pelayanan demi nama baik institusi Universitas Jember.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Keperawatan UNEJ, Ns. Nurfika Asmaningrum, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Dalam sambutan kedinasannya, beliau menegaskan bahwa etika pelayanan dan komunikasi profesional bukanlah sekadar pelengkap tugas administratif, melainkan pilar utama dalam membangun kepercayaan publik dan reputasi institusi.

"Pelayanan publik yang kita berikan di Fakultas Keperawatan harus mencerminkan nilai-nilai luhur profesi dan akuntabilitas sebagai ASN. Penerapan komunikasi yang profesional dan etika yang kuat adalah kunci utama dalam menyukseskan peningkatan status Zona Integritas di lingkungan fakultas kita," tegas Ns. Nurfika.

Pernyataan tersebut merefleksikan nilai Berorientasi Pelayanan dan Akuntabel, di mana setiap aparatur dituntut memberikan layanan prima secara transparan, serta nilai Harmonis dan Loyal untuk menjaga kondusivitas kerja demi nama baik institusi Universitas Jember.

Sesi pertama menghadirkan narasumber Dr. Dodi Wijaya, S.Kep., Ns., M.Kep., yang membedah urgensi implementasi etika birokrasi bagi tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui empat pilar strategis:

  • Etika dalam Pelayanan Publik: Perilaku tendik dalam melayani mahasiswa, alumni, maupun pihak luar wajib mengacu pada standar moral tinggi, kejujuran, dan keadilan tanpa benturan kepentingan (Akuntabel). Contoh: Staf loket akademik memproses administrasi kelulusan secara objektif, ramah, transparan, dan menolak segala bentuk pemberian uang pelicin (gratifikasi).

  • Pentingnya Etika Pelayanan Publik: Menjadi instrumen preventif terhadap kebiasaan menunda pekerjaan (maladministrasi) guna meningkatkan kepuasan pengguna layanan (Harmonis). Contoh: Ketika terjadi antrean panjang di loket keuangan, staf menghadapinya dengan kepala dingin dan memberikan penjelasan yang menenangkan tanpa memicu kegaduhan.

  • Peran ASN dalam Pelayanan Publik di PTN: Tendik berkewajiban bertindak sebagai fasilitator yang solutif dan cekatan untuk mendukung kelancaran ekosistem kampus (Kompeten). Contoh: Staf administrasi dengan sigap membantu mahasiswa yang kesulitan melakukan registrasi ulang KRS hingga tuntas dan terarah.

  • Jenis-Jenis Pelayanan Publik: Klasterisasi layanan yang dikelola tendik meliputi Layanan Administratif (persuratan), Layanan Jasa (proses validasi berkas), dan Layanan Barang (fasilitas sarana prasarana) yang harus dikelola secara modern (Adaptif & Kolaboratif). Contoh: Staf bagian umum berkolaborasi dengan unit IT untuk mengintegrasikan sistem peminjaman ruang kelas dan alat laboratorium berbasis aplikasi digital.

Pada sesi kedua, Ns. Erti I. Dewi, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J, memaparkan taktis komunikasi institusional bagi tenaga kependidikan untuk mewujudkan efisiensi kerja:

  • Pentingnya Komunikasi Efektif di Tempat Kerja: Menjadi kunci utama mereduksi miskomunikasi antar-subbagian (akademik, keuangan, dan umum) guna menciptakan alur kerja yang sehat (Harmonis). Contoh: Staf bagian persuratan mengonfirmasi disposisi pimpinan secara jelas kepada subbagian terkait agar tidak terjadi keterlambatan tindak lanjut.

  • Prinsip Dasar Public Speaking: Keterampilan tendik dalam menyampaikan informasi formal atau memandu alur pelayanan secara meyakinkan dengan bahasa tubuh yang ramah (Kompeten). Contoh: Staf humas atau frontliner fakultas memberikan panduan alur pendaftaran yudisium kepada massa mahasiswa dengan artikulasi yang jelas dan sikap yang terbuka.

  • Menyampaikan Pendapat dan Masukan: Pengungkapan gagasan perbaikan sistem kerja dari staf kepada pimpinan secara asertif, konstruktif, dan melalui jalur formal (Kolaboratif). Contoh: Staf bagian sarpras memberikan rekomendasi tertulis kepada kepala tata usaha mengenai penataan ruang tunggu pelayanan yang lebih nyaman berbasis data keluhan mahasiswa.

  • Peran Teknologi dalam Komunikasi Kerja: Pemanfaatan platform digital oleh tendik untuk mempercepat koordinasi dengan tetap mematuhi etika digital dan kerahasiaan dokumen negara (Adaptif). Contoh: Pengoptimalan penggunaan sistem persuratan digital (E-Office) oleh operator surat untuk mempercepat distribusi surat tugas tanpa hambatan fisik birokrasi.

Melalui pelaksanaan webinar ini, Fakultas Keperawatan Universitas Jember berkomitmen secara berkelanjutan untuk melakukan penguatan kapasitas tenaga kependidikan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memastikan seluruh lini pelayanan administratif mampu mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK secara konsisten demi terwujudnya pelayanan publik yang unggul, bersih, dan tepercaya.