JEMBER – Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) memperkuat ekosistem Agronursing melalui kegiatan Grebeg Tani Sehat yang diselenggarakan di Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Semesta In Saintek 2026 bertajuk Aging in Farming, yang mengintegrasikan hasil riset keperawatan dengan pelayanan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian, khususnya petani lanjut usia (lansia).

Program ini dilaksanakan oleh Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Center of Agronursing for Community, Family & Elderly Health (CACFEHS). Sebagai bagian dari Program Fasilitasi Pengembangan Sentra Sains dan Teknologi Kemasyarakatan di Perguruan Tinggi 2026, Semesta In Saintek mendukung upaya diseminasi dan pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi agar dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program Aging in Farming mengangkat tema pemberdayaan literasi kesehatan mandiri petani lansia berbasis Agronursing. Pendekatan ini mengintegrasikan ilmu keperawatan dengan karakteristik pekerjaan dan kehidupan masyarakat pertanian, sehingga upaya pemeliharaan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani, keluarga, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ketua Program, Prof. Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D., menegaskan pentingnya membawa hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin hasil penelitian tidak hanya berhenti di kampus, tetapi dapat dihilirisasi dan diterapkan untuk kelompok lanjut usia, terutama di wilayah pertanian,” ujarnya.

“Penguatan ekosistem Agronursing membutuhkan keterhubungan antara pendidikan, penelitian, pelayanan keperawatan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap hasil riset Fakultas Keperawatan Universitas Jember dapat semakin aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi petani lansia, keluarga, serta komunitas pertanian. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci agar upaya peningkatan kesehatan petani dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep., Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember.

Perkuat kolaborasi lintas sektor

Kegiatan Grebeg Tani Sehat berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti 111 peserta yang terdiri atas petani lansia, keluarga petani, dan kader kesehatan. Pembukaan dilaksanakan di Pendopo Taman Pancasila, Desa Wonosari, Kecamatan Puger dengan sambutan dari Ketua Program Semesta In Saintek Universitas Jember, Dekan Fakultas Keperawatan, Kepala LPPM Universitas Jember, Kepala Desa Wonosari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan Puskesmas Kasiyan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem Agronursing yang menghubungkan perguruan tinggi, layanan kesehatan, pemerintah, keluarga, dan komunitas petani.

Program Semesta In Saintek disusun dalam empat rangkaian kegiatan, yaitu lokakarya perawatan diri dan deteksi dini penyakit tidak menular, Grebeg Tani Sehat, kegiatan budaya dan literasi data kesehatan melalui Rumah Ramah Lansia, serta kamp STEM dan ekspo bagi pemuda desa. Keseluruhan rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat literasi kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan lintas generasi dalam pengembangan masyarakat pertanian yang sehat.

Tenda SAWAH: mendekatkan layanan kesehatan kepada petani lansia

Salah satu kegiatan utama Grebeg Tani Sehat adalah pelayanan kesehatan di Tenda SAWAH yang berlokasi di sekitar Pendopo Taman Pancasila Wonosari, dekat dengan kawasan persawahan. Sebanyak 54 petani lansia menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan gula darah sesuai indikasi.

Hasil pemeriksaan dicatat dalam Kartu SAWAH yang dibawa oleh lansia dan direkap melalui Buku Tilik Tani oleh tim pelaksana. Sistem pencatatan ini dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan serta menjadi bahan informasi ketika lansia kembali memperoleh pelayanan kesehatan.

Selain pemeriksaan, peserta mendapatkan konsultasi dan edukasi individual, pengobatan sesuai kebutuhan, serta identifikasi kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Bagi lansia yang memerlukan rujukan, tim menyiapkan pendekatan Rujuk Tuntas, mulai dari penjelasan mengenai kebutuhan rujukan hingga pemantauan kunjungan. Pendekatan ini bertujuan membantu lansia memperoleh tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Pemeriksaan menemukan beragam keluhan dan indikasi risiko kesehatan, antara lain tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah dan asam urat, tangan kaku, kebas, nyeri lutut, penglihatan buram, serta sakit gigi. Pelayanan dilakukan melalui kolaborasi tim IN-SAINTEK dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kasiyan. Temuan pemeriksaan digunakan untuk mengenali risiko kesehatan dan menentukan kebutuhan penanganan lebih lanjut, bukan sebagai penetapan diagnosis berdasarkan pemeriksaan sesaat.

Mobile Home Care menjangkau lansia dengan keterbatasan mobilitas

Untuk menjangkau lansia yang mengalami kesulitan datang ke lokasi pelayanan, program ini menghadirkan Mobile Home Care menggunakan layanan klinik bergerak (mobile clinic). Tim yang terdiri atas dokter, perawat, dan dosen spesialis keperawatan komunitas mengunjungi tiga lansia sasaran dengan kebutuhan pelayanan terkait stroke, katarak, dan hipertensi.

Pelayanan di rumah mencakup pemeriksaan kondisi kesehatan, pendampingan, dan pemberian obat sesuai kebutuhan serta hasil penilaian tenaga kesehatan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan bagi lansia yang menghadapi hambatan mobilitas maupun jarak menuju fasilitas kesehatan.

Melalui layanan tersebut, Agronursing tidak hanya berfokus pada pelayanan di titik kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi rumah, dukungan keluarga, dan kebutuhan perawatan lansia dalam kehidupan sehari-hari.

Dua kelas edukasi memperkuat perawatan diri dan dukungan keluarga

Grebeg Tani Sehat juga menghadirkan dua kelas edukasi yang menghubungkan hasil riset dengan peningkatan kemampuan petani dan keluarga dalam mengelola kesehatan.

Kelas TAK Agronursing bertajuk “Kenali Dirimu, Rawat Kesehatanmu” diikuti 17 petani dengan hipertensi. Peserta mengikuti kegiatan refleksi diri, mendiskusikan kebiasaan sehat, menyusun komitmen perawatan diri, dan membahas peran kader dalam mendukung kesehatan masyarakat. Materi kelas mengacu pada buku saku refleksi diri dan pengendalian diri untuk menjaga status kesehatan serta kualitas hidup lansia.

Sementara itu, Kelas Keluarga Tani Siaga diikuti 37 anggota keluarga petani dengan hipertensi. Kegiatan ini membekali keluarga dengan pemahaman mengenai dukungan perawatan lansia, pengelolaan hipertensi, serta pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pola makan yang lebih sehat. Materi dikembangkan berdasarkan hasil riset formulasi pola makan berbasis nabati (plant-based diet) untuk hipertensi pada petani serta panduan pengelolaan hipertensi dan pola hidup sehat.

Kedua kelas tersebut menempatkan petani dan keluarga sebagai bagian aktif dalam pemeliharaan kesehatan. Dengan meningkatnya kemampuan perawatan diri dan dukungan keluarga, upaya menjaga kesehatan diharapkan dapat berlanjut setelah kegiatan pelayanan selesai.

Senam adaptif dan kearifan lokal sebagai bagian dari pendekatan Agronursing

Sebelum pelayanan dimulai, peserta lansia mengikuti senam adaptif yang mencakup gerakan persendian, senam antihipertensi, dan aerobik ringan, dilanjutkan dengan Tari Molong Kopi. Aktivitas ini mengintegrasikan gerakan fisik yang disesuaikan dengan kemampuan lansia dan unsur budaya lokal.

Penggunaan tari tradisional dalam program ini juga berkaitan dengan riset mengenai pemanfaatan kearifan lokal untuk mendukung kualitas tidur, tekanan darah, keseimbangan, dan risiko jatuh pada lansia. Dengan pendekatan tersebut, aktivitas fisik tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi media untuk mendekatkan pesan kesehatan dengan budaya masyarakat setempat.

Pada akhir kegiatan, peserta menyusun komitmen kesehatan secara individu maupun bersama keluarga. Komitmen tersebut ditandai melalui Stamp Komitmen Kesehatan sebagai pengingat untuk menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun ekosistem Agronursing yang berkelanjutan

Melalui Grebeg Tani Sehat, hasil riset tim CACFEHS diterjemahkan menjadi rangkaian kegiatan yang saling melengkapi, mulai dari deteksi dini risiko kesehatan, pencatatan kondisi lansia, edukasi perawatan diri, penguatan peran keluarga, aktivitas fisik berbasis kearifan lokal, hingga pendampingan melalui home care.

Kepala Desa Wonosari, Hadi Purnomo, S.H., menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan kolaborasi antara pemerintah desa dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk penguatan ekosistem Agronursing melalui keterhubungan antara riset, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan petani lansia, meningkatkan peran keluarga dalam perawatan, serta memperluas pemanfaatan hasil riset keperawatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pertanian.

Dengan demikian, pengembangan Agronursing di Universitas Jember tidak hanya diarahkan pada penguatan keilmuan, tetapi juga pada penerapan pengetahuan yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup petani serta keluarganya.