JEMBER – Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) menggelar kuliah pakar internasional bertajuk "Contemporary Nursing Practice: Local Care, Global Impact" di Aula Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, pada Jumat, 25 September 2026. kuliah keparan ini dipandu oleh Ns. Akhmad Zainur Ridla, S.Kep., MAdvN. sebagai moderator ini menghadirkan Professor Bronwyn Everett, Deputy Head of School of Nursing dari University of Wollongong, Australia. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membedah bagaimana nilai-nilai asuhan keperawatan berbasis kearifan lokal dan praktik komunitas dapat memberikan kontribusi serta dampak nyata bagi tantangan kesehatan global di masa depan.
Acara dibukan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Keperawatan UNEJ, Ns. Dini Kurniawati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat., Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang hadir, dan antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Ns. Dini menekankan bahwa penerapan asuhan keperawatan lokal di lapangan memiliki nilai strategis yang sangat besar jika dipadukan dengan wawasan global. Beliau berharap mahasiswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan pemateri agar mampu menggali nilai-nilai keperawatan lokal dan mengembangkannya menjadi standar praktik yang diakui serta berdampak luas di tingkat internasional.
Memasuki pemaparan materi, Professor Bronwyn Everett menjelaskan pergeseran paradigma keperawatan modern yang merujuk pada laporan terbaru International Council of Nurses (ICN). Prof. Everett menegaskan bahwa keperawatan modern kini berfokus pada nilai-nilai keselamatan budaya (cultural safety), keadilan sosial, hak asasi, dan kepemimpinan berbasis riset ilmiah. Menurutnya, nilai-nilai asuhan keperawatan lokal yang peka terhadap budaya dan kebutuhan masyarakat setempat merupakan kunci utama dalam mengatasi krisis kesehatan global seperti penuaan populasi, penyakit kronis, serta ketimpangan akses layanan. Praktik berbasis komunitas di tingkat lokal terbukti menjadi pondasi terkuat dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kesehatan yang Baik) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Lebih lanjut, Prof. Everett menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan lokal ke dalam praktik keperawatan untuk mendukung kesehatan bumi (planetary health). Nilai kepedulian lokal dalam menjaga lingkungan tempat tinggal dapat diwujudkan melalui aksi nyata di fasilitas kesehatan, seperti penerapan prinsip Circular Economy (10 Rs) untuk mengurangi limbah medis. Langkah-langkah sederhana seperti efisiensi penggunaan sarung tangan (Gloves Off!), pengurangan kantong plastik, dan pemilahan limbah di ruang perawatan lokal terbukti memberi dampak besar pada pengurangan jejak karbon global. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi perawat dalam merawat pasien dan lingkungan di tingkat lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari solusi perubahan iklim dunia (SDG 13).
Kuliah pakar ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang mempertegas bahwa nilai-nilai asuhan keperawatan lokal Indonesia—seperti pendekatan kekeluargaan, gotong royong, dan kepekaan budaya—memiliki potensi besar untuk diangkat ke tingkat dunia. Melalui acara ini, Universitas Jember berkomitmen mencetak tenaga keperawatan masa depan yang tidak hanya unggul dalam memberikan perawatan humanis berbasis kearifan lokal, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi sistem kesehatan dan kelestarian planet secara global.


