JEMBER — Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar Internasional yang berlangsung pada hari Rabu, 23 September 2026, bertempat di lingkungan kampus Fakultas Keperawatan UNEJ, Jember, Jawa Timur. Acara berlevel internasional ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, staf pengajar, serta ratusan mahasiswa keperawatan yang tampak antusias mengikuti jalannya sesi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis fakultas untuk memperluas wawasan keilmuan, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta membekali calon perawat dengan standar praktik dan pendidikan keperawatan (nursing) global.

Kuliah pakar ini menghadirkan dua akademisi terkemuka dari Fakultas Keperawatan Roi Et Rajabhat University, Thailand, yakni Asst. Prof. Boonyada Wongpimoln, RN., M.N.S. dan Asst. Prof. Atiya Phosri, acara ini dipandu oleh Ns. Wahyu Dini Candra Susila, M.Kep.,Sp.Kep.J dari Fakultas Keperawatan Universitas Jember, selaku Moderator. Dalam forum ilmiah ini, Asst. Prof. Atiya Phosri bersama Asst. Prof. Boonyada Wongpimoln menyampaikan sesi bertajuk "Nursing Students’ Experiences & Reflections on Nursing Education and Clinical Practice". Pemaparan tersebut mengupas tuntas pengalaman serta refleksi mahasiswa keperawatan Thailand dalam menempuh pendidikan B.N.S. (126 SKS), pemanfaatan laboratorium keterampilan spesialis, pembelajaran berbasis simulasi (Standardized Patient dan moulage luka), hingga dinamika pengelolaan stres dan emosi selama menjalani praktik klinik (clinical practice).

Pada sesi berikutnya, Asst. Prof. Boonyada Wongpimoln, RN., M.N.S. membawakan materi utama bertema "Community-Based Long-Term Care for Older Adults in Thailand". Materi ini menyoroti bagaimana Thailand merespons tantangan aged society melalui sistem perawatan jangka panjang berbasis komunitas (Community-Based Nursing) dan konsep ageing in place. Beliau memaparkan siklus pelayanan terintegrasi—mulai dari asesmen kemandirian (Barthel ADL), perencanaan asuhan (care plan), koordinasi oleh Care Manager, hingga keterlibatan kader kesehatan lokal (VHV) dan pemerintah daerah. Pendekatan holistik ini dirancang untuk mempertahankan kemampuan fungsional serta martabat lansia dalam ranah keperawatan dewasa (adults nursing).

Penyelenggaraan kuliah pakar ini menekankan pentingnya integrasi antara keahlian klinis, keperawatan komunitas, dan konsep keperawatan pertanian/pedesaan (Agronursing) yang menjadi keunggulan utama Fakultas Keperawatan UNEJ. Melalui pemaparan model pelayanan Thailand yang menghubungkan sistem perawatan formal dan informal di wilayah pedesaan serta komunitas, mahasiswa diajak untuk memahami tantangan riil di lapangan. Hal ini dinilai sangat relevan dalam membentuk profil lulusan perawat yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan emosional, empati, serta adaptabilitas tinggi di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.

Rangkaian acara berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta refleksi kasus klinik yang melibatkan para peserta dan narasumber. Melalui momentum ini, Dekan dan pimpinan Fakultas Keperawatan UNEJ berharap kemitraan akademik dengan Roi Et Rajabhat University Thailand dapat terus berlanjut dalam bentuk riset kolaboratif maupun pertukaran mahasiswa. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Keperawatan UNEJ makin mempertegas komitmennya dalam mencetak tenaga keperawatan profesional yang berdaya saing global serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.