Fakultas Keperawatan Universitas Jember kembali memperkuat komitmen internasionalnya dalam pengembangan riset kesehatan melalui ajang guest lecturer yang digelar pada Rabu, 23 September 2026. Acara akademis bergengsi ini menghadirkan akademisi terkemuka asal Thailand, Dr. Ueamporn Summart dari Faculty of Nursing, Roi Et Rajabhat University. Mengusung topik utama "Developing Health Measurement Instrument in Nursing Research", kuliah tamu ini fokus menyoroti pentingnya penyusunan instrumen pengukuran kesehatan yang presisi guna mendasari intervensi dunia keperawatan berbasis bukti (evidence-based practice).
Sesi kuliah menjadi semakin interaktif ketika Dr. Ueamporn mendemonstrasikan metode pengolahan data instrumen riset menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Para peserta diajak memahami langkah praktis analisis statistik, mulai dari uji Cronbach's Alpha untuk mengukur konsistensi internal instrumen, hingga Exploratory Factor Analysis (EFA) guna menguji struktur dimensi kuesioner. Penguasaan aplikasi SPSS ini dinilai sangat krusial agar para peneliti keperawatan mampu menerjemahkan data mentah menjadi informasi ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara global.
Integrasi keahlian pengoperasian SPSS dan penyusunan instrumen baku ini dipandang sangat relevan dengan keunggulan riset berbasis agronursing yang tengah digalakkan oleh Universitas Jember. Konsep agronursing yang berfokus pada masalah kesehatan masyarakat di wilayah pertanian dan perkebunan membutuhkan instrumen pengukuran yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik masyarakat lokal. Melalui bimbingan Dr. Ueamporn, para peneliti muda diharapkan mampu menyusun kuesioner keperawatan yang sensitif terhadap Isu-isu kesehatan kerja dan lingkungan pertanian.
Kegiatan kuliah tamu ini ditutup dengan diskusi interaktif yang memicu antusiasme tinggi dari civitas akademika Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Pihak fakultas berharap kolaborasi riset antarnegara ini terus berlanjut guna memperluas jangkauan publikasi ilmiah bertaraf internasional. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai instrumen pengukuran research keperawatan, kualitas riset dosen dan mahasiswa diharapkan dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan nursing di Indonesia maupun kawasan regional Asia Tenggara.


