JEMBER — Aula ORMAWA lantai 3 Fakultas Keperawatan Universitas Jember menjadi pusat refleksi spiritual dan akademik pada Jumat, 18 September 2026. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, fakultas menggelar webinar bertema “Merawat dengan Ilmu, Melayani dengan Akhlak: Meneladani Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Humanis, Profesional, dan Penuh Empati.” Acara ini menghadirkan tokoh akademik sekaligus ulama, Kyai Dr. Ahmad Nafi, Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, yang memberikan tausiah mengenai nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang relevan bagi mahasiswa keperawatan di era modern.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keperawatan, Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali nilai-nilai suri teladan Rasulullah SAW. “Nilai-nilai ini harus diaplikasikan di era kecanggihan AI, agar pelayanan kesehatan tetap humanis dan berakar pada akhlak mulia,” ujarnya. Ia menekankan bahwa konsep nursing, agronursing, dan keperawatan harus terus dikembangkan agar fakultas mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai spiritualitas dalam praktik kesehatan.
Lebih lanjut, Dr. Rondhianto menyampaikan pesan penting bagi seluruh perawat di era digital ini. Menurutnya, seorang perawat harus memiliki tiga karakter utama:
- Unggul dalam Ilmu: Perawat dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan klinis, agar mampu memberikan pelayanan berbasis bukti dan teknologi terkini.
- Kuat dalam Akhlak: Akhlak menjadi fondasi utama dalam interaksi dengan pasien, memastikan setiap tindakan dilandasi empati, kejujuran, dan integritas.
- Luas dalam Pengabdian Masyarakat: Pengabdian tidak hanya terbatas pada rumah sakit, tetapi juga meluas ke masyarakat, menciptakan dampak nyata melalui program kesehatan berbasis komunitas.
Kyai Dr. Ahmad Nafi dalam tausiahnya menekankan bahwa mahasiswa keperawatan harus meneladani Rasulullah SAW dalam hal kepedulian, kesabaran, dan pelayanan penuh kasih. “Keteladanan Nabi adalah fondasi moral yang harus dihidupkan kembali, agar perawat tidak hanya menjadi tenaga kesehatan, tetapi juga teladan bagi masyarakat,” ungkapnya. Tausiah ini memberikan inspirasi mendalam tentang bagaimana nilai spiritual dapat berpadu dengan profesionalisme modern.

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Mahasiswa, dosen yang hadir tampak terlibat aktif dalam diskusi, menunjukkan komitmen untuk menjadikan Fakultas Keperawatan Universitas Jember sebagai pionir dalam pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berbasis nilai. Dengan mengintegrasikan ilmu, akhlak, dan pengabdian masyarakat, fakultas ini menegaskan perannya dalam membangun masa depan keperawatan yang relevan dengan tantangan era AI sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai luhur Rasulullah SAW.
