Jember — Tim Pengabdian Desa Binaan Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan pelatihan kesehatan dan pemberdayaan perempuan bersama kelompok PKK Asy-Syofa Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Kegiatan yang diikuti 30 peserta tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pendidikan kesehatan, pembentukan kelompok produksi Jamu Amertha, serta pelatihan pembuatan jamu sehat berbasis potensi lokal.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Kesehatan Penyakit Kronis dan Pemberdayaan Perempuan melalui Pembuatan Jamu Sehat Berbasis Potensi Lokal di Desa Kalisat” ini dilaksanakan oleh Kelompok Riset-Pengabdian kepada Masyarakat Palliative and Advanced Illness Research and Development (KeRis-DiMas PAIR-D).

Tim pengabdian diketuai oleh Murtaqib, S.Kp., M.Kep., dengan anggota Dr. Ns. Rondhianto, S.Kep., M.Kep.; Ns. Farida Nur Qomariyah, S.Kep., MNS.; dan Dr. apt. Nuri, S.Si., M.Si. Kolaborasi lintas bidang tersebut mengintegrasikan keperawatan, kesehatan masyarakat, dan farmasi dalam meningkatkan kapasitas perempuan di Desa Kalisat

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan untuk membantu peserta mengenali kondisi tubuhnya. Pemeriksaan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Setelah pemeriksaan, peserta mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai penyakit kronis, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahannya. Para anggota PKK diajak memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pola makan seimbang, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres.

Tim pengabdian turut memberikan pemahaman mengenai penggunaan jamu secara tepat. Produk herbal diposisikan sebagai pelengkap dalam menjaga kesehatan dan bukan sebagai pengganti obat maupun pemeriksaan medis. Pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan pemilihan bahan, kebersihan, keamanan, dan takaran yang sesuai.

Salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut adalah pembentukan kelompok produksi Jamu Amertha. Kelompok ini dibentuk sebagai wadah bagi anggota PKK Asy-Syofa untuk belajar dan bekerja sama dalam mengolah bahan herbal lokal menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.

Para anggota kelompok diarahkan untuk berbagi peran dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan dan penyiapan bahan, pengolahan, pencatatan, pengemasan, hingga pemasaran. Pembagian tugas tersebut diharapkan dapat membangun sistem kerja yang teratur dan mendukung keberlanjutan kelompok.

Ketua PKK Asy-Syofa Desa Kalisat, Ibu Indra, menyambut positif pelaksanaan kegiatan dan pembentukan kelompok Jamu Amertha. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif

Kami sangat senang karena anggota tidak hanya memperoleh pemeriksaan dan pendidikan kesehatan, tetapi juga belajar membuat jamu dengan proses yang lebih bersih dan terarah. Melalui kelompok Jamu Amertha, kami berharap ibu-ibu dapat terus bekerja sama dan mengembangkan produk ini secara berkelanjutan,” ujar Ibu Indra.

Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan bahan herbal yang berkualitas, penentuan komposisi, kebersihan peralatan dan tempat produksi, teknik pengolahan, serta pengemasan produk. Peserta kemudian mempraktikkan proses pembuatan Jamu Amertha dengan pendampingan tim.

Selain keterampilan produksi, anggota kelompok diperkenalkan pada pentingnya pencatatan bahan dan hasil produksi. Pencatatan diperlukan untuk menjaga konsistensi produk, menghitung biaya produksi, serta memudahkan kelompok melakukan evaluasi dan menyusun rencana pengembangan usaha.

Ketua Tim Pengabdian, Murtaqib, S.Kp., M.Kep., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab dua kebutuhan masyarakat sekaligus, yakni peningkatan literasi kesehatan dan pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan potensi lokal.

Program ini tidak hanya mengajarkan cara membuat jamu, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penyakit kronis, keamanan penggunaan bahan herbal, proses produksi yang higienis, dan pengelolaan kelompok. Kami berharap Jamu Amertha dapat berkembang menjadi produk bersama yang mendukung kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anggota PKK,” tutur Murtaqib.