JEMBER, 11 Juni 2026 – Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) terus berkomitmen menjaga mutu, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri Mahasiswa Baru (SEMMABA) UNEJ tahun 2026. Guna memastikan seluruh proses berjalan tanpa celah, pengawasan ketat dilakukan di salah satu titik lokasi ujian, yaitu fasilitas Computer Based Test (CBT) yang berada di gedung ISDB ILHS Fakultas Keperawatan (FKEP) Universitas Jember.
Pelaksanaan ujian di lokasi ini dipantau langsung secara berlapis demi meminimalkan potensi kecurangan serta kendala teknis. Hadir di lokasi sebagai perwakilan dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FKEP UNEJ, Ns. Jon Hafan Sutawardana, M.Kep., Sp.Kep.MB. Kehadiran tim GPM ini mempertegas bahwa pengawasan di lapangan bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan instrumen vital dalam menjaga marwah institusi pendidikan.
Di sela-sela peninjauannya, Ns. Jon Hafan Sutawardana menekankan betapa krusialnya fungsi pengawasan langsung dalam ujian berskala besar seperti SEMMABA. Menurutnya, ketatnya pengawasan di lapangan bertujuan utama untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh panitia SEMMABA Universitas Jember.
"Pengawasan yang ketat dan melekat pada pelaksanaan di lapangan, terutama saat ujian masuk mandiri seperti SEMMABA ini, adalah harga mati. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh panitia, pengawas, dan peserta patuh pada SOP," ujar Jon Hafan.
Lebih lanjut, beliau juga mengaitkan sistem pengawasan ini dengan agenda besar Universitas Jember dalam mengimplementasikan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui program Zona Integritas (ZI). Menurutnya, integritas pelaksanaan ujian masuk adalah hulu dari lahirnya generasi akademisi yang jujur.
Jika proses seleksinya sudah dijaga dengan komitmen integritas yang tinggi dari semua pihak, maka kualitas input mahasiswa yang dihasilkan pun akan bersih dan objektif. Hal ini selaras dengan pilar reformasi birokrasi yang sedang digalakkan di lingkungan internal UNEJ
Sementara itu, Dr. Dodi Wijaya, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Penanggung Jawab Lokasi (PJL) di gedung ISDB ILHS FKEP UNEJ, memberikan keterangan terkait kesiapan teknis dan jalannya ujian. Berdasarkan pantauan di ruang kontrol dan ruang ujian, sarana prasarana yang digunakan oleh para peserta dinilai telah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh panitia SEMMABA UNEJ 2026. Ruangan laboratorium komputer disekat secara rapi menjadi bilik-bilik ujian individual yang diberi nomor meja. guna menjaga privasi sekaligus membatasi jarak pandang antarpeserta.
Dr. Dodi Wijaya mengungkapkan rasa syukurnya karena sejauh ini pelaksanaan ujian di kawasannya berjalan dengan sangat kondusif tanpa kendala sistem yang berarti. Seluruh instrumen, mulai dari kesiapan jaringan internet, pasokan listrik cadangan, hingga pengaturan alur masuk peserta, telah diantisipasi dengan matang
"Kami selaku penanggung jawab lokasi memastikan bahwasannya pelaksanaan ujian SEMMABA di fasilitas CBT Fakultas Keperawatan UNEJ ini telah berjalan sepenuhnya sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh panitia pusat. Mulai dari proses verifikasi identitas peserta sebelum memasuki ruangan, sterilisasi barang bawaan, hingga jalannya ujian di dalam bilik CBT, semua terpantau aman dan tertib," tegas Dr. Dodi.
Melalui sinergi antara ketegasan pengawasan dari Tim Monev GPM dan kesiapan fasilitas dari Penanggung Jawab Lokasi, ujian SEMMABA 2026 di Fakultas Keperawatan Universitas Jember diharapkan mampu menjadi percontohan ideal pelaksanaan ujian yang bersih, transparan, dan profesional, sekaligus memperkuat pilar Zona Integritas di lingkungan kampus Tegalboto.


