Jember —25 Mei 2026, Fakultas Keperawatan Universitas Jember menyelenggarakan webinar bertajuk “Gerakan Fakultas Keperawatan Berintegritas, Aman, dan Bebas Kekerasan” secara daring yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam membangun lingkungan akademik yang profesional, aman, sehat, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keperawatan Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ruang belajar dan ruang kerja yang menjunjung tinggi nilai integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap seluruh sivitas akademika.
“Fakultas Keperawatan Universitas Jember berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun budaya akademik yang sehat, beretika, dan berintegritas,” ujar Dr. Rondhianto.
Beliau juga menambahkan bahwa penguatan literasi terkait pencegahan kekerasan dan bahaya NAPZA menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya iklim pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada perlindungan sivitas akademika.

Pada sesi pertama, webinar menghadirkan narasumber Rosita Indrayati, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum Universitas Jember dengan tema “Membangun Kampus Aman, Nyaman, dan Bebas Kekerasan.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi, baik kekerasan seksual, fisik, verbal, maupun psikologis.
Ia menerangkan bahwa kekerasan seksual dapat berupa pelecehan verbal, intimidasi bernuatan seksual, penyebaran konten tidak pantas, sentuhan tanpa persetujuan, hingga tindakan kekerasan seksual secara fisik. Sementara itu, kekerasan fisik dapat berupa tindakan pemukulan, ancaman, perundungan, maupun bentuk intimidasi lain yang menyebabkan rasa takut dan ketidaknyamanan di lingkungan akademik.
Beliau juga menekankan pentingnya keberanian sivitas akademika untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus kekerasan di lingkungan Universitas Jember, mulai dari mekanisme pelaporan, pendampingan korban, proses investigasi, hingga tindak lanjut penyelesaian kasus sesuai regulasi yang berlaku.
“Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika. Pencegahan dan penanganan kekerasan memerlukan kepedulian bersama serta sistem pelaporan yang mudah diakses dan berpihak kepada korban,” jelasnya.

Sesi kedua menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan, yakni Masduki dengan tema “Kampus Bergerak untuk Indonesia Bersinar.” Dalam pemaparannya, Masduki menjelaskan mengenai bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya) yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan lingkungan pendidikan.
Ia memaparkan bahwa narkotika merupakan zat yang dapat menurunkan kesadaran serta menimbulkan ketergantungan, seperti ganja, sabu-sabu, heroin, dan kokain. Sementara psikotropika adalah zat yang memengaruhi sistem saraf pusat dan perilaku, seperti ekstasi, LSD, maupun obat penenang tertentu yang disalahgunakan.
Selain itu, bahan adiktif lainnya juga menjadi perhatian, seperti alkohol, rokok, vape dengan kandungan zat berbahaya, serta cairan tertentu yang dapat menyebabkan ketergantungan apabila digunakan secara tidak tepat.
Masduki menegaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak masa depan individu, menurunkan produktivitas, hingga memicu tindak kriminalitas.
“Kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas narkoba. Edukasi, pengawasan, dan keterlibatan seluruh elemen kampus menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Bersinar, yakni Indonesia Bersih dari Narkoba,” ungkapnya.
Melalui webinar ini, Fakultas Keperawatan Universitas Jember berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan dil lingkungan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang aman, nyaman, berintegritas, serta bebas dari kekerasan dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan komitmen institusi dalam mendukung terciptanya budaya akademik yang sehat dan profesional di lingkungan Universitas Jember.