PASURUAN – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA) D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan, Fakultas Keperawatan Universitas Jember, sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Keperawatan Agronursing 2026 pada 24 April 2026. Mengusung tema “Penguatan Komunikasi Terapeutik Perawat Agronursing di Era Digital”, acara ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa di lingkungan Fakultas Keperawatan UNEJ, serta peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini memanfaatkan platform Zoom Meeting untuk interaksi utama dan disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube HIMA Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Webinar ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang keperawatan dan komunikasi kesehatan, yakni Dr. Dodi Wijaya, S.Kep., Ns., M.Kep. (Koordinator Prodi S2 Keperawatan FKep UNEJ) dan Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes. (Dosen Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan FKep UNEJ). Acara ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa keperawatan untuk mendiskusikan tantangan dan strategi penguatan kompetensi komunikasi terapeutik di tengah transformasi digital sektor kesehatan.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Keperawatan UNEJ, Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi tinggi kepada HIMA Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan atas inisiatif menyelenggarakan webinar yang sangat relevan dengan arah pengembangan ilmu keperawatan kontemporer.
“Saya sangat mengapresiasi HIMA Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan yang telah mengusung tema strategis ini. Di era digital, komunikasi terapeutik bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan inti dari praktik keperawatan agronursing yang humanis. Teknologi digital harus kita posisikan sebagai alat untuk memperkuat, bukan menggantikan, esensi Human Caring. Dengan komunikasi yang peka budaya dan empatik, perawat agronursing dapat menjangkau masyarakat pertanian dan pedesaan secara lebih efektif, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih inklusif dan berdampak,” ujar Dr. Rondhianto.
Beliau juga menekankan pentingnya integrasi kompetensi komunikasi terapeutik dalam seluruh tahapan pendidikan dan praktik keperawatan. “Kompetensi ini harus dipelajari sejak dini di bangku perkuliahan, diasah selama praktik klinik, dan terus dikembangkan sepanjang karier profesional. Webinar hari ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa lulusan keperawatan kita tidak hanya cakap teknis, tetapi juga unggul dalam membangun relasi terapeutik yang bermakna dengan pasien dan komunitas,” tegasnya.
Pada sesi pertama, Dr. Dodi Wijaya, S.Kep., Ns., M.Kep. memaparkan materi berjudul “Membangun Budaya Komunikasi Terapeutik Perawat Agronursing: Tantangan dan Strategi Pendidikan Keperawatan di Era Digital”. Dalam paparannya, beliau menguraikan bahwa integrasi teknologi digital dalam pendidikan keperawatan harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai humanis dan kearifan lokal. Strategi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis refleksi kritis menjadi kunci untuk mencetak perawat agronursing yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga unggul dalam membangun relasi terapeutik dengan pasien dan komunitas.
Sementara itu, Ns. Erik Kusuma, S.Kep., M.Kes. pada sesi kedua menyajikan temuan empiris melalui materi “Bukti Empiris: Peran Persepsi Pasien terhadap Komunikasi Terapeutik Perawat Agronursing dalam Meningkatkan Kepuasan Pelayanan dan Self Care pada Pasien Rawat Inap”. Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, persepsi positif pasien terhadap komunikasi terapeutik perawat berkorelasi signifikan dengan peningkatan kepuasan pelayanan dan kemampuan self-care pasien. Temuan ini menguatkan pentingnya pendekatan komunikasi yang empatik, jelas, dan kontekstual dalam praktik keperawatan, khususnya di setting agronursing.
Ketua HIMA Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan selaku penyelenggara, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas antusiasme peserta yang melampaui ekspektasi.
“Alhamdulillah, webinar hari ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah yang bergabung melalui Zoom Meeting dan YouTube. Ini membuktikan bahwa isu komunikasi terapeutik di era digital memang menjadi kebutuhan bersama. Kami bersyukur dapat menghadirkan narasumber yang kompeten dan materi yang sangat aplikatif. Dukungan dari Bapak Dekan dan seluruh jajaran fakultas juga menjadi motivasi besar bagi kami. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi kita semua untuk memberikan pelayanan keperawatan yang lebih humanis dan berkualitas,” ujar Ketua HIMA.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh salah satu peserta webinar, Ghifara Layla Habibah, mahasiswa keperawatan dari salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur.
“Webinar ini sangat membuka wawasan saya. Saya jadi memahami bahwa teknologi digital bukan pengganti, melainkan alat bantu untuk memperkuat komunikasi terapeutik. Materi dari kedua narasumber sangat relevan dengan kondisi praktik klinik yang saya alami. Format daring melalui Zoom dan YouTube juga memudahkan saya untuk mengikuti acara dari lokasi. Semoga ke depan ada lagi webinar lanjutan dengan topik yang lebih mendalam,” tutur Ghifara.
Webinar Nasional Keperawatan Agronursing 2026 ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan komitmen bersama untuk terus mengembangkan kompetensi komunikasi terapeutik sebagai fondasi pelayanan keperawatan yang unggul, humanis, dan berdaya saing di era digital. Melalui kolaborasi antara organisasi mahasiswa, fakultas, dan narasumber kompeten, acara ini berhasil menjadi ruang belajar inspiratif yang menghubungkan teori, riset, dan praktik keperawatan agronursing secara holistik.
Rekaman webinar dapat diakses kembali melalui kanal YouTube HIMA Prodi D3 Keperawatan Kampus Kota Pasuruan bagi peserta yang ingin meninjau ulang materi atau bagi masyarakat umum yang tertarik mempelajari topik komunikasi terapeutik dalam konteks agronursing.