News

Keripik Belimbing sebagai Produk Unggulan Desa dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Kabupaten Jember

Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe –

Hipertensi sekarang jadi masalah utama, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal,  diabetes,  stroke.  Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan menyebutkan bahwa biaya pelayanan hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun  2016 sebesar 2,8 triliun  rupiah,  tahun  2017   dan  tahun  2018  sebesar  3  triliun  rupiah.  Angka  kematian  di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian.  Berdasarkan laporan data 10 besar penyakit  kunjungan rawat jalan puskesmas  dari  Dinas Kesehatan  Kabupaten   Jember  pada  tahun  2018  penyakit  hipertensi esensial (primer) menduduki posisi pertama dengan angka kejadian sebanyak 10.259 orang (32,9%) menderita hipertensi esensial dan 2.268 orang (10,7%) menderita hipertensi lainnya (Dinkeskab Jember, 2018).

Desa Rowosari menjadi satu desa dengan sebaran prevalensi hipertensi tertinggi di Jember, selain itu banyak tanaman belimbing yang tumbuh di tiap lahan pekarangan masyarakat yang buahnya masih belum dioptimalkan secara maksimal. Melihat potensi tersebut, belimbing selama ini masih belum dikreasikan menjadi produk olahan yang berkualitas dan bermanfaat secara maksimal terutama terhadap kesehatan yaitu untuk menurunkan tekanan darah terutama pada masyarakat. Sehingga hal ini menggerakkan tim dari Universitas Jember dengan ketua tim Murtaqib, S.Kp., M.Kep. (FKEP) yang beranggotakan Ns. Kushariyadi,  M.Kep. (FKEP) , Dr. Didik Pudji Restanto,  MS (FAPERTA), dan Dr.  Arnis  Budi  Susanto,  SE.,M.Si  (FE) untuk berperan penting dalam upaya pencegahan masalah hipertensi melalui upaya promotif seperti pertemuan rutin di tingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan setahun sekali, penyuluhan kepada masyarakat dengan menggunakan media KIE dan pemberdayaan masyarakat dari sektor ekonomi dan kemasyarakatan.

Program Pengembangan Desa Binaan di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe ini dilaksanakan selama kurun waktu Oktober-November 2020. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu . Target tahun pertama ini melibatkan pihak lintas sektor pemerintah desa, ibu-ibu kader dan ibu-ibu yang memiliki balita dan anak untuk diberikan pemahaman  pemahaman yang sama mengenai hasil pertanian lokal seperti kedele, jagung, kacang dan lain-lain dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang bergizi sehingga mengubah konsep pola pikir masyarakat bahwa bahan makanan yang bergizi tidak selalu didapatkan dengan membeli bahan makanan yang mahal. Salah satu hasil pertanian yang dapat digunakan sebagai penurun tekanan darah adalah belimbing

Gambar 1. Penjelasan Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Ketua Program Pengembangan Desa Binaan bersama dengan Tim dan Kepala Desa Rowosari

Dalam program pengembangan desa binaan ini dilakukan sebanyak 6 pertemuan dengan lintas sektor yang melibatkan pemerintah desa, ibu-ibu kader perawat desa dan perwakilan masyarakat berisiko hipertensi. Program ini dilaksanakan dengan dimulainya Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengembangan Desa Binaan di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe kepada lintas sektor yang terlibat pada 18 Oktober 2020. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan program sekaligus berdiskusi terkait kerjasama yang akan dilakukan guna mencapai target. Selanjutnya diakhir sesi perawat Desa mengkoordinir dan memilih kader yang terdiri dari perwakilan kader setiap dusun untuk keberlanjutan program ini. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan baik serta melihat antusias dari lintas sektor yang sangat mendukung program dan mau bekerja sama secara aktif dalam mencapai target yang sama.

Gambar 2. Penyematan pin sebagai tanda dilantiknya Kader “SERASI” oleh Kepala Desa dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan KADER SERASI sebagai Upaya Menurunkan Angka Kejadian Hipertensi di Kabupaten Jember

Setelah pemilihan kader oleh perawat desa, selanjutnya dilakukan kegiatan Pembentukan Kader Kesehatan Peduli Hipertensi Desa  Rowosari pada 23 Oktober 2020. Kader Kesehatan Peduli Hipertensi selanjutnya sepakat untuk membuat grup khusus yang berfokus terhadap penanganan dan pencegahan stunting yang diberi nama “KADER SERASI- Sehat Peduli Rawat Hipertensi”. Kader-kader inilah yang selanjutnya diberikan pemantapan cakupan materi yang beragam yang berfokus dalam penanganan dan pencegahan hipertensi ini. Pemberdayaan dari program ini tidak luput dari tingginya motivasi kader kesehatan Desa Rowosari yang juga dapat menjadi potensi sumber daya manusia yang efektif untuk penatalaksanaan dan pencegahan hipertensi di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe.

Kegiatan selanjutnya yaitu pemberian materi pada seluruh peserta yang bertujuan agar tidak hanya kader tetapi masyarakat juga mampu menyampaikan materi materi yang didapat minimal pada tetangga dan keluarganya. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 25 Oktober 2020 Peserta yang hadir mengikuti kegiatan dengan sangat baik dan aktif sehingga diskusi berjalan cukup panjang dan materi dapat dipahami dengan cukup baik

Serangkaian dari agenda program pengembanan desa selanjutnya yaitu memberikan gambaran kepada kader dan lintas sektor lainnya mengenai gizi yang sebenarnya mudah didapatkan dan diolah serta juga dapat menjadi sumber penghasilan. Agenda ini dilaksanakan pada 08 November 2020 dengan fokus penyampaian mengenai “Pemahaman tentang Pemanfaatan Potensi Desa yang dapat Mencegah dan Mengendalikan Peningkatan Angka Prevalensi Penderita Hipertensi di Kabupaten Jember”. Salah satu kader berharap bahwa kegiatan ini bisa berlanjut dan nantinya bisa terwujud pembuatan keripik belimbing dalam lingkup skala besar di Desa Rowosari ini

Gambar 3. Penyampaian materi dalam kegiatan Pendidikan Kesehatan seputar Hipertensi
Gambar 4. Penyampaian materi dalam kegiatan Seminar “Pemahaman tentang Pemanfaatan Potensi Desa yang dapat Mencegah dan Mengendalikan Peningkatan Angka Prevalensi Penderita Hipertensi di Kabupaten Jember

Pada agenda berikutnya yang dilaksanakan pada 15 November 2020 menjadi gaung dari agenda kegiatan ini. Pasalnya agenda ini menjadi penentu kebermanfaatan program yang diberikan. Kader SERASI dan peserta diajak untuk mengikuti agenda pelatihan ini sehingga ada keberlanjutan dari program ini dengan luaran produk keripik belimbing yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Peserta diberikan modul yang harapannya bisa menjadi pedoman dan tepuk tular informasi terkait hipertensi pada orang-orang disekitarnya. Harapannya setelah pelatihan kali ini para kader mampu untuk memberikan penyuluhan  serta memproduksi keripik belimbing. Kegiatan ini ditutup dengan hibah alat kesehatan dan berfoto bersama.

Sebagai agenda terakhir dalam program pengembangan desa ini akan dilakukan evaluasi kegiatan dan dipapar pada 22 November 2020. Kegiatan ini harapannya tidak hanya berhenti hingga saat ini. Kepala desa Rowosari menyampaikan bahwa harapannya untuk produksi keripik belimbing ini bisa diproduksi dalam jumlah besar sehingga bisa mendongkrak perekonomian dan juga kesejahteraan kesehatan masyarakat.

Dengan demikian, melalui pemberdayaan ibu-ibu kader kesehatan yang memiliki motivasi yang tinggi dan ditunjang dengan hasil pertanian yang ada di Desa Rowosari dapat menjadi potensi daerah yang menunjang dalam penatalaksanan dan pencegahan hipertensi di Desa Rowosari. Melalui Program Pengembangan Desa Binaan ini, diharapkan ibu-ibu kader kesehatan Desa Rowosari dapat secara mandiri memanfaatkan hasil pertanian untuk program penatalaksanan dan pencegahan hipertensi.

Galery Foto