SCI-JNC 2019: AGENDA TAHUNAN BERFOKUS CARING DALAM ERA 4.0

 

Jember (28-29 Oktober 2019) – SCI-JNC atau biasa disebut Scientific Week of Jember Nursing College merupakan agenda tahunan dari Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Acara ini diselenggarakan dalam dua hari, yaitu Sabtu (26/10) dan Minggu (27/10) bertempat di tiga lokasi berbeda, yaitu Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Gedung PKM Universitas Jember, dan Cempaka Hill Hotel yang lebih spesifiknya di Ballroom. Dengan mengangkat tema “Caring sebagai esensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berwawasan agronursing di era 4.0”, SCI-JNC dibuka secara resmi pada tanggal 26 Oktober 2019 di Gedung PKM UNEJ oleh Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan secara simbolis, yaitu memukul gong. Ada empat jenis acara yang ada dalam SCI-JNC, yaitu BNSC, Video Edukasi, NSCN, dan Seminar Nasional.

BNSC (Basic Nursing Science Competition)

BNSC yang telah diselenggarakan dalam SCI-JNC sudah menginjak usia ke-9. Pembukaan SCI-JNC dihadiri oleh Dekan FKep UNEJ, Wakil Dekan I FKep UNEJ, Wakil Dekan II FKep UNEJ, dan beberapa dosen, serta civitas akademik dari FKep UNEJ. Acara ini merupakan acara pembuka dari SCI-JNC. Diselenggarakan di Gedung PKM dan diikuti oleh 64 tim dari strata S1 Keperawatan dan 30 tim dari strata D3 Keperawatan yang bertaraf nasional. Hal ini ditunjukkan dari instansi terkait, seperti Poltekkes Kemenkes 3 Jakarta, Stikes Dian Husada Mojokerto, Universitas Jendal Soedirman, Stikes Ngudia Husada Madura, Akaper Kesdam IX/Udayana, dan Akes Rajekwesi Bojonegoro.

BNSC dibuka dengan iringan tarian beralunan music gamelan kebo giro untuk menandakan bahwa telah masuknya undangan dan acara akan segera dimulai. Setelah itu dilanjutkan dengan tarian remo dari Nutrixart. Lalu disambung dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia SCI-JNC, Feryan Andre Dermawan, Ketua BEM FKep UNEJ, Fahrur Rosi, dan Dekan FKep UNEJ, Ns. Lantin Sulistyorini, S. Kep., M. Kes. Pada pukul 08.10, acara SCI-JNC dibuka oleh Dekan FKep UNEJ. Dalam acara BNSC kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dinyanyikan Hymne FKep UNEJ oleh NPC dan suasana di dalam gedung tersebut mendengarkan dengan seksama dan khidmat.  Lalu ditutup dengan doa dan dilanjutkan dalam acara inti, yaitu nursing competition.

Pengerjaan soal dilakukan selama 1 jam 40 menit yang kemudian dilanjutkan dengan mengoreksi jawaban dari peserta. Sembari menunggu hasil, peserta dimanjakan dengan alunan musik yang disajikan oleh Nutrixart. Pengerjaan soal ini merupakan babak penyisihan yang nantinya akan dipilih sebanyak 9 tim dari strata S1 dan 10 tim dari strata D3. Setelah ditemukan tim yang lolos, maka akan dilanjutkan dengan SMART QUIZ dan NURSE QUIZ. Hal yang membedakan adalah SMART QUIZ diikuti oleh D3 dengan sistem menjawab esai yang ditampilkan di slide dalam waktu yang singkat dan NURSE QUIZ diikuti oleh S1 dengan sistem cerdas cermat. Keduanya akan dipilih 3 teratas untuk mengikuti Nurse Skill yang diadakan di ruang OSCE FKep UNEJ.

Sistem Nurse Skill memiliki mekanisme yang sama dengan OSCE. Peserta memasuki tiga ruang yang terdiri dari ruang alat, ruang tindakan, dan ruang askep. Alur dalam Nurse Skill adalah masuk ke ruang tindakan untuk mengetahui kasus yang telah disediakan oleh Dosen penguji, lalu mengambil alat di ruang alat, setelah itu melakukan tindakan kepada pasien, kemudian menuliskan askep sesuai dengan kasus yang telah didapatkan. Hal ini dilakukan dengan alokasi waktu selama 30 menit per tim. Sore tadi juga sudah ditentukan 3 besar dari masing-masing stratanya, sehingga pada saat hari Minggu (27/10) akan diumumkan untuk urutan juara dari masing-masing strata tersebut.

Acara ini berjalan dengan lancar walaupun terdapat kendala yang tak terhitung, tetapi usaha dari panitia untuk menyukseskan acara ini sangat patut untuk diapresiasi. Pasalnya dalam acara ini juga dapat terselenggara dengan baik. Hal ini juga dipuji oleh Dekan FKep UNEJ dalam sambutannya karena panitia juga sudah bekerja kerasa dalam melaksanakan amanat ini. Acara yang berbasis kompetisi ini, juga tidak meninggalkan moral yang dijunjung tinggi, yaitu silaturahmi antar instansi keperawatan di seluruh Indonesia karena tujuan utamanya adalah menjadi calon perawat-perawat profesional. “Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat terbentuk jalinan untuk saling membantu dalam sesame profesi”, tutur Dekan FKep UNEJ.

Adanya pengangkatan tema Caring disesuaikan dengan tujuan awal kegiatan, yaitu perawat harus kuat dengan fitrahnya seorang perawat yang memberikan asuhan keperawatan dan kemudian mengembangkan sesuai dengan pilihannya. Harapan yang disampaikan oleh Ns. Ahmad Rifa’I adalah dengan adanya kompetisi ini dapat meningkatkan kemampuan untuk menjadi perawat yang dapat melakukan tindakan mandirinya, yaitu asuhan keperawatan, dapat menjalin silaturhami, serta mendapatkan teman baru dari daerah yang berbeda. Dengan animo yang semakin meningkat pula, maka perawat yang berpartisipasi dapat lebih meningkatkan kompetensinya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia dari pihak dosen, Ns. Ahmad Rifa’I, S. Kep., M. S., dalam wawancara siang ini.

ViDek (Video Edukasi)

Video edukasi merupakan terobosan baru dalam SCI-JNC. Kompetisi ini diselenggarakan dengan mengangkat subtema, yaitu komunikasi sebagai pengantar caring, membina hubungan saling percaya, pemenuhan kebutuhan dasar manusia sebagai wujud caring, dan pentingnya  interprofessional collaboration dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Diadakannya video edukasi ini bertujuan bukan hanya melatih skill di bidang akademiknya saja, tetapi juga perlunya meingkatkan skill dalam hal editing video dan daya kritis mengenai pemecahan masalah merupakan hal yang harus diasah. Selain itu, dalam menghadapi era 4.0 ini diharapkan juga perawat dapat menggunakan teknologi yang tersedia untuk penyampaian edukasi kepada pasien.

Videk ini diselenggarakan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan BNSC, hanya berjarak 2 jam setelah BNSC. Selain itu, acara ini dilakukan di tempat yang berbeda, yaitu di Ruang Sidang Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Dengan dihadiri oleh 7 tim, yaitu 2 tim dari FKep UNEJ, 1 tim dari Universitas Sumatera Utara, 2 tim dari Poltekkes Kemenkes 3 Jakarta, 1 tim dari Stikes Satria Bhakti, dan 1 tim dari ITEKES Bali. Mekanisme dari videk ini adalah sudah terseleksinya 7 tim ini, maka diadakan presentasi untuk masing-masing video terpilih. Waktu yang diberikan oleh panitia adalah 7 menit presentasi dan 8 menit untuk diskusi.

Dalam prosesnya, presentasi berjalan dengan lancar yang kemudian akan diberi tanggapan dari juri bias berupa pertanyaan ataupun saran yang diberikan oleh presentator. Ketiga juri dalam videk ini adalah Denny Antyo Hartanto, S. Sn., M. Sn., Ns. Kholid Rosyidi M. N. MNS., dan Ns. Slamet Siswoyo, S. Kep. Selama diskusi, juri yang memberikan tanggapan dilakukan dengan santai tetapi tetap tegas dalam menyampaikannya sehingga peserta tidak hanya mendapatkan kritikan tetapi juga solusi mengenai kekurangan tersebut. Setelah tahapan presentasi dan diskusi selesai, maka dilanjutkan dengan field trip yang dilakukan di Pantai Papuma Jember dengan mengendarai bus sebagai angkutan bersama.

NSCN (National Science Competition of Nursing)

NSCN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam rangkaian SCI-JNC. Pada hari Sabtu (26/10), NSCN diselenggarakan dengan dihadiri oleh 10 tim yang telah terseleksi untuk mempresentasikan karyanya. Tim yang dating untuk presentasi dari berbagai daerah, yaitu Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Sumatera Utara, Universitas Airlangga, Universitas Esa Unggul, Universitas Jember, Universitas Padjajaran, dan Universitas Sriwijaya. Juri yang berada dalam penilaian NSCN kali ini, yaitu Ns. Nurfika Asmaningrum, S. Kep., M. Kep., PhD., Hj. Enggar Silopakarto, S. Kep., Ns., M. M. Kes., dan Ns. Retno Purwandari, S. Kep., M. Kep. Mekanisme pelaksanaan dari presentasinya sendiri, panitia mengalokasikan waktu sebanyak 7 menit untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya dan 8 menit untuk sesi diskusi. Pada saat sesi presentasi pun dilaksanakan dengan ciri khas masing-masing karya ilmiahnya sehingga terjadi keragaman budaya yang muncul juga dalam mempresentasikan ide/gagasan tertulis masing-masing tim. Setelah presentasi dan diskusi, diadakan field trip ke Pantai Papuma Jember.

Tema yang diangkat dari acara ini menjadi satu dengan tema besar dari SCI-JNC dan yang membedakannya adalah subtemanya, yaitu peningkatan kualitas asuhan keperawatan secara komprehensif, optimalisasi caring dalam meningkatkan asuhan keperawatan secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif, peningkatan mutu pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan, penerapan caring dalam IPC (interpersonal collaboration) sebagai upaya peningkatan pelayanan, serta pemanfaatan teknologi sebagai upaya peningkatan caring dalam keperawatan klinis. Subtema ini menunjang dari tema besar yang diangkat  bahwa seorang perawat di era 4.0 tidak hanya melakukan asuhan keperawatan yang konvensional, tetapi juga harus ditunjang dengan penggunaan perkembangan teknologi yang ada.

SemNas (Seminar Nasional)

Puncak dari acara SCI-JNC terletak pada seminar nasional yang pasalnya menjadi fokus dengan kontennya sharing ilmu dan pengumuman kejuaraan dari serangkaian acara SCI-JNC lainnya. Seminar nasional atau yang lebih akrab disebut semnas merupakan salah agenda yang ditunggu-tunggu karena dalam acara ini peserta bias berinteraksi dengan pemateri dalam tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk tahun ini, tema yang diambil berasal dari departemen keperawatan dasar, yaitu caring. Dengan diisi oleh empat pemateri dan dipandu oleh dua moderator yang berasal dari dosen, acara ini berlangsung dengan cukup meriah.

Acara semnas dibuka dengan iringan alunan lagu untuk memandu undangan masuk ruangan. Kemudian dilanjutkan dengan adanya sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia SCI-JNC, Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, dan Rektor Universitas Jember sekaligus membuka acara semnas ke-9 ini. Hal yang berbeda tampak pada saat pembukaan secara simbolis, bukan Pak Hasan yang memukul gongnya, tetapi diserahkan kepada Ketua Panitia untuk memukul gong sebanyak 3 kali oleh  Rektor. Setelah sambutan dan pembukaan dilanjutkan dengan doa yang kemudian masuk dalam acara inti, yaitu seminar dan pengumuman-pengumuman kejuaraan.

Seminar nasional ini diisi oleh empat pemateri, yaitu Prof. Achir Yani S. Hamid, MN., DN.Sc., Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S. Kp., MARS., Ns. Anisah Ardiana, M. Kep., PhD., dan Ns. Jauhari, S. Psi., M. Kep. Mekanisme penyampaian dari materi ini dibagi menjadi dua, yaitu diskusi panel 1 yang diisi oleh tiga pemateri awal mengenai esensi dari caring serta implementasinya dalam keperawatan dan diskusi panel 2 yang lebih fokus terhadap teknologi dalam keperawatan dan hubungannya dengan konsep caring. Pada diskusi panel 1 dipandu oleh moderator 1, yaitu Ns. Ahmad Rifa’i, S. Kep., M. S. dan untuk diskusi panel 2 dipandu oleh moderator 2, yaitu Ns. Kholid Rosyidi MN., MNS.

Dalam sesi diskusi berlangsung dengan lancar dan terlihat sekali antusias dari peserta untuk berdiskusi dengan pemateri mengenai keresahan seputar caring. Terasa sekali meskipun keadaan panas, tetapi perhatian dari peserta tertuju kepada pemateri yang membagikan ilmunya. Akan tetapi, meskipun antusias sekali pesertanya, yang bisa ditampung oleh moderator hanya 2 pertanyaan karena keterbatasan waktu. Hal ini membuktikan bahwa peserta dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam sharing ilmu sesuai dengan harapan yang diucapkan oleh Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Ns. Lantin Sulistyorini, S. Kep., M. Kes., dalam sambutannya. Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan oleh Rektor Universitas Jember, Dr. Moh. Hasan., M. Sc., PhD., dalam sambutannya bahwa haruslah seorang mahasiswa mulai mengisi CV miliknya sebaik mungkin dengan menjadi aktif di kegiatan organisasi.

Dalam semnas kali ini, diumumkan pemenang-pemenang dari masing-masing kompetisi yang diadakan. Pemenang dari BNSC kategori S1 dengan urutan dari yang juara ketiga hingga pertama, yaitu Universitas Jember dengan ketua timnya adalah Umairotul Muffarokha, Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya dengan ketua timnya adalah Rochiana Sayonusti Jajong, dan Universitas Jember dengan ketua timnya adalah Arsanda Dwi Prawisdha. Pemenang dari BNSC kategori D3 dengan urutan dari juara ketiga hingga pertama, yaitu Universitas Jember dengan ketua timnya adalah Sherly Amanda Gani, Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang dengan ketua timnya adalah Muhammad Hilal Nazmi, dan Universitas Jember dengan ketua timnya adalah Dharmayanti.

Bukan hanya BNSC, tetapi juga ada pengumuman pemenang dari NSCN dengan urutan dari juara ketiga hingga pertama, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Padjajaran. Selain NSCN, ada pula pengumuman kejuaraan dari Videk dengan urutan dari juara ketiga hingga pertama, yaitu Universitas Jember, Universitas Sumatera Utara, dan Poltekkes Kemenkes Jakarta III (2), serta juara favorit, STIKES Satria Bhakti Nganjuk. Pengumuman untuk best poster yang diadakan di Ballroom Cempaka Hill Hotel bersamaan dengan semnas, yaitu Asrista Maisyaroh dari D3 FKep UNEJ Lumajang. Bahkan ada photo contest untuk acara semnas dan yang memenangkan contest tersebut atas nama akun instagram, yaitu septadwfrn.

Seminar nasional menjadi puncak sekaligus penutup bagi acara SCI-JNC yang dilakukan selama 2 hari. Terlaksananya acara ini berkat kerjasama dari panitia dan pihak terkait yang membantu untuk menyukseskan acara ini walau ada hambatan yang tak berarti. Harapan dari adanya acara ini, yaitu perawat muda dapat memiliki fitrahnya kembali seorang perawat, yaitu perawat yang caring. Hal ini disampaikan oleh Ns. Ahmad Rifa’i, S. Kep., M. S., dalam wawancara. Dengan terselenggaranya acara ini, maka SCI-JNC 2019 telah usai dan menunggu kreativitas dari mahasiswa untuk mengembangkan SCI-JNC yang lebih matang dalam perencanaan, siap dan sigap dalam pelaksanaan, serta ikhlas dalam evaluasi (Trisya Aulia, Anggun Reswari, Atik Rusdiana, Windi Rohmatun N. – ZONERSNews)

Leave a Reply