PEDULI STUNTING “Lagi” melalui Pemberdayaan Kader dan Pemanfaatan Hasil Pertanian di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat

Program Pengembangan Desa Binaan di Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat ini direncanakan dilaksanakan selama 2 tahun. Program yang digawangi oleh Ns.Anisah Ardiana, M.Kep., Ph.D, Ns. Alfid Tri Afandi, M.Kep, Ninna Rohmawati, S.Gz., M.Gz. dan Ardiyan Dwi Masahid, S.TP., MP. merupakan program hibah yang didapatkan dari pengembangan desa binaan oleh Universitas Jember, tim dalam pengembangan desa binaan kali ini berasal dari 3 fakultas yang berbeda yaitu FKep, FKM dan FTP. Ns.Anisah selaku ketua dari pengembangan Desa Binaan ini memiliki target pada tahun pertama yang berlangsung sejak minggu terakhir bulan Agustus sebagai sosialisasi program hingga minggu kedua bulan Oktober tepatnya sebagai evaluasi kegiatan tersebut. Target tahun pertama ini melibatkan pihak lintas sektor pemerintah desa, ibu-ibu kader dan ibu-ibu yang memiliki balita dan anak untuk diberikan pemahaman  pemahaman yang sama mengenai hasil pertanian lokal seperti kedele, jagung, kacang dan lain-lain dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang bergizi sehingga mengubah konsep pola pikir masyarakat bahwa bahan makanan yang bergizi tidak selalu didapatkan dengan membeli bahan makanan yang mahal. Salah satu hasil pertanian yang dapat digunakan sebagai sumber protein adalah kedelai.

Dalam program pengembangan desa binaan pada tahun pertama ini dilakukan sebanyak 6 pertemuan dengan lintas sektor yang melibatkan pemerintah desa, ibu-ibu kader dan ibu-ibu yang memiliki balita dan anak. Program ini dilaksanakan dengan dimulainya Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengembangan Desa Binaan di Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat kepada lintas sektor yang terlibat pada Kamis, 29 Agustus 2019. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan program sekaligus berdiskusi terkait kerjasama yang akan dilakukan guna mencapai target. Selanjutnya diakhir sesi Bidan Desa mengkoordinir dan memilih kader yang terdiri dari perwakilan kader setiap dusun untuk keberlanjutan program ini. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan baik serta melihat antusias dari lintas sektor yang sangat mendukung program dan mau bekerja sama secara aktif dalam mencapai target yang sama.

Setelah pemilihan kader oleh bidan desa, selanjutnya dilakukan kegiatan Seminar Gizi Balita dan Pembentukan Kader Kesehatan Peduli Stunting Desa  Sumberkalong pada Minggu, 08 September 2019. Kader Kesehatan Peduli Stunting selanjutnya sepakat untuk membuat grup khusus yang berfokus terhadap penanganan dan pencegahan stunting yang diberi nama “KADER CENTING- Cegah Stunting”. Kader-kader inilah yang selanjutnya diberikan pemantapan cakupan materi yang beragam yang berfokus dalam penanganan dan pencegahan stunting ini. Pemberdayaan dari program ini tidak luput dari tingginya motivasi kader kesehatan Desa Sumberkalong yang juga dapat menjadi potensi sumber daya manusia yang efektif untuk penatalaksanaan dan pencegahan stunting di Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat sesuai dengan target pada tahun pertama ini. Dalam pertemuan ini kader juga diberikan materi mengenai Gizi Balita. Untuk pertemuan selanjutnya selama 2 kali berturut-turut diberikan materi oleh tim desa binaan dengan topik pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting dan pengolahan susu kedelai sebagai nutrisi pencegah stunting.

Pada Minggu, 06 Oktober 2019 menjadi gaung dari agenda kegiatan di tahun pertama ini. Pasalnya agenda terakhir ini menjadi penentu kebermanfaatan program yang diberikan. Kader Centing (Cegah Stunting) diminta untuk memberikan penyuluhan kepada Ibu-Ibu Balita Desa Sumberkalong dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi untuk Mencegah Stunting. Kader yang sebelumya telah diberikan materi dan buku panduan dalam menyuluh beraksi dalam kegiatan ini, tidak lupa juga yel-yel turut dibuat oleh Kader Centing untuk menyemarakkan penyuluhan kali ini. Harapannya setelah penyuluhan kali ini para kader centing mampu untuk memberikan penyuluhan di setiap posyandu yang menjadi tanggung jawabnya serta mampu mencegah angka stunting yang ada di Desa Sumberkalong. Kegiatan ini ditutup dengan yel-yel “Rumpi-ATIKA” dan berfoto bersama.

Sebagai agenda terakhir dalam program pengembangan desa ini akan dilakukan evaluasi kegiatan dan dipapar pada hari Minggu, 13 Oktober 2019. Kegiatan ini harapannya tidak hanya hingga pada tahun pertama melainkan berlanjut hingga tahun berikutnya sesuai dengan target dari pengembangan Desa Binaan. Pada tahun kedua, program pengembangan Desa Binaan akan difokuskan pada peningkatan kemandirian ibu kader dalam menyediakan susu kedele. Tim pengusul merencanakan memberikan hibah alat pembuat susu kedele. 1 alat untuk 1 dusun. Melalui hibah alat ini diharapkan kader dapat menyediakan susu kedele secara gratis untuk semua balita secara rutin setiap minggu. Selain itu diharapkan kader dapat memproduksi susu kedele yang dijual kepada konsumen selain balita. Sehingga, hal ini dapat menjadi pemasukan bagi posyandu dan dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan makanan lainnya. Di tahun kedua juga tim pengusul akan memberikan seminar kepada pasangan usia subur, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Dalam seminar tersebut akan disampaikan hal-hal yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan. Karena pada dasarnya stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan.

Dengan demikian, melalui pemberdayaan ibu-ibu kader kesehatan yang memiliki motivasi yang tinggi dan ditunjang dengan hasil pertanian yang ada di Desa Sumberkalong dapat menjadi potensi daerah yang menunjang dalam penatalaksanan dan pencegahan stunting di Desa Sumberkalong. Melalui Program Pengembangan Desa Binaan ini, diharapkan ibu-ibu kader kesehatan Desa Sumberkalong dapat secara mandiri memanfaatkan hasil pertanian untuk program penatalaksanan dan pencegahan balita stunting (tim desa binaan).

Leave a Reply